22 Oktober 2018

KASIH IBU SEPANJANG MASA

22 oktober 2018


Percaya nggak sih dengan judul diatas.Kalo aku sih percaya banget  karena aku sendiri adalah seorang ibu yang punya seorang anak yang beranjak dewasa.
Biar sudah dewasa umur 21 tahun tetap saja seorang ibu menganggap anaknya tetaplah seorang baby alias anak kecil.Iya nggak sih.

Bahkan beberapa hari yang lewat anakku sempet sakit dbd dan dirawat di salah satu rumah sakit,Sebagai seorang ibu aku merasakan betapa khawatirnya aku saat itu.
Semula aku mengira anakku terkena demam biasa ,sehingga aku membawanya ke dr umum di tempatku.Namun setelah 2 hari nggak ada perubahan sama sekali,bahkan panas tubuhnya mencapai 39 derajat c. Wow aku sudah panik dan ketar ketir.

Soalnya aku belum tahu kalau tetangga disekitar rumah sudah ada yang terkena dbd juga.
Tanpa berlama-lama aku dan suami membawa anakku ke salah satu rumah sakit dan mengecek  darah
ternyata benar anakku positif terkena dbd.
Ya Allah aku hanya bisa berdoa semoga semua bisa terlewati.

Yah apa boleh buat akhirnya anakku harus dirawat di rumah sakit selama 5 hari.
Untung dokter dan perawat memantau betul keadaan anakku.
Setiap beberapa jam selalu ada dr jaga dan perawat yang selalu setia mengawasi dan memberiku rasa sedikit lega.Namun tetap saja namanya seorang ibu tetap saja gak bisa tenang,aku selalu mengawasi keadaan anakku ,mengelap badannya,membantunya ke kamar mandi,menyuapinya makan,mengompresnya walaupun sudah ada obat dan infus.

Rasanya nggak tega hatiku melihat keadaan anakku yang tergolek lemas ditempat tidur.Bahkan makan saja gak ada selera sama sekali.
Aku dan suami bergantian menjaga anakku.Setiap pagi suamiku pulang untuk bekerja dan malam hari baru datang untuk bermalam di rumah sakit.
Kalau aku sih nggak pulang sama sekali,aku tetap menjaga anakku dan.tiap malam begadang.

Allhamdullilah pada hari ke 5 anakku mulai menunjukkan perkembangannya.Sudah mulai mau makan dan wajahnya juga sudah lebih segar.Syukur siang hari setelah dokter memantau perkembangannya anakku diperbolehkan pulang.
Hanya ucapan syukur yang aku panjatkan kepada Allah SWT dan ucapan terima kasih kepada dokter dan perawat yang sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Jadi itulah sebagai seorang ibu sepertinya nggak ada kata lelah dalam diriku, demi anak yang udah gedepun tetap saja kita khawatir dan sayang nya sampai sepanjang waktu.
Mudah-mudahan pengalaman ini membuat ibu ibu yang lain pun merasakan hal yang sama ketika kita sedang diberi cobaan olah Allah,kita bisa lebih kuat dan tabah.Amin YRA

Semoga anakku merasakan kasih sayang yang tulus dari kedua orang tuanya,karena nggak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua selain cinta kasih kepada keduanya.


Salam santun.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar