Jalan - jalanku ke Phillipine episode dua

Desember 2018

Jalan jalanku ke Phillipine episode dua

Heloo heloo

Berhubung kemarin sempet buat tulisan tentang jalan-jalanku part satu,  kayaknya sih ini part duanya deh. Semoga suka yah. Film kali pake part 1 dan 2. Iya soalnya berhubung kemarin kalo dibuat tulisan tar kelewat panjang takutnya yang baca boring makanya ada baiknya aku buat tulisan bersambung aja hi hi biar penasaran. Tapi kira-kira ada yang mau baca gak ya... Wes lah yang penting aku dah tuntasin dulu tulisan aku yang sempet ke pending sehingga rada telat deh posting artikel yang baru.

Kembali ke topik semula,  kali ini ceritaku adalah lanjut ke jalan-jalanku ke tempat yang masih sama dan beberapa tempat yang sedikit berbeda. Oke lanjut....
Seperti yang aku tulis kemarin,  lanjutannya adalah menuju intramuroz street.

Lokasi di intramuroz

 Kemarin aku sempet posting
 beberapa foto di sekitar lokasi intramuroz street. Kalo hendak kesana banyak kendaraan sih seperti taxi, ato mobil sewaan mirip van yang rada gede gitu ato ada juga mobil yang bentuknya unik mirip mobil si bang Doel Rano Karno.

            
                  Jeepney angkot di Philipine            

Dari bentuknya adalah mobil jip tapi bentuk badannya rada panjang.. Kalo gak salah namanya jeepney gitu deh. Muatannya juga cukup banyak, mungkin sekitar 15 orang di bagian belakang dan 1 orang didepan. Dengan posisi duduk saling berhadapan seperti di angkot.  Tapi aku gak tau juga ya ongkosnya berapa soalnya blom coba sih,  soalnya aku naik mobil sewaan dari travel tempat aku jalan-jalan.

Dilokasi intramuroz ini ada beberapa bangunan yang merupakan peninggalan keluarga keturunan cina. Secara bentuk arsiteknya unik banget dan kami sempet melihat isi dari bangunan tersebut seperti kamar tidur yang dipan dan lemari serta kursi yang masih terawat dengan sangat baiknya. Begitu pula dengan lantainya yang terbuat dari kayu megony masih sangat mengkilat dan kuat. Mungkin perawatannya sangat maksimal kali ya.

Ruang kamar mandinya saja masih berbentuk kuno khas cina dengan bathub yang berbentuk seperti gentong raksasa. Suasananya agak gimana gitu, seperti lagi nonton film-film kungfu cina gitu deh.


Tungku bakar

Peralatan memasak didapur juga terbuat dari tungku kayu bakar,  dengan peralatan memasak yang serba kayu yang ditata rapi di meja dapur.

Peralatan memasak

Lanjut perjalanan menuju kolam yang penuh dengan ratusan mungkin ribuan ikan koi. Berhubung selama berada di sana selalu turun hujan deras jadi agak sedikit terganggu ya.. Tapi gak menyurutkan kehebohan empat cewe buat terus jelajah tempat. Suka banget liat ribuan ikan koi yang cantik yang langsung ngumpul begitu diberi makan pur.
Lokasi Nuvali,  Santarosa Luzon Phillipine.

Kumpulan koi yang cantik

Beralih ke suatu tempat yaitu sebuah gereja kuno yang terlihat begitu misteri ya buat aku. Secara seumur-umur baru kali pertama aku melihat gereja diluar dari jarak dekat. Tempat ini begitu terkenal karena biarawatinya yang menggunakan baju dan penutup kepala yang berwarna serba pink. Makanya dijuluki the pink sister chapel.  Lokasinya terletak di Tagaytay Phillipine.

Suasana Gereja ( pink nun. )

     
Suasananya begitu tenang karena dari cerita yang aku dengar dari tour guide kami bahwa memang jika sudah memutuskan tinggal di tempat ini maka urusan duniawi sudah ditinggalkan oleh para biarawati tersebut.  Mereka juga tidak berbicara sepatah katapun.. Tempat mereka berdoa juga dibatasi oleh pagar tinggi.. Jadi hanya terlihat dari jauh saja.


Gereja di pink nun

Aku kok jadi seperti nonton film apa gitu ya tentang kehidupan para biarawati tersebut.  Kesannya begitu sunyi dan khusuk gitu deh. Ditambah lagi suasana diluar hujan jadi menambah suasana terlihat syahdu,  barangkali karena sehari menjelang natal ya jadi rada berbeda gitu.

Lanjut lagi ke suatu tempat tepatnya di Manila Hotel . Ya udah pasti lokasinya di kota Manila. Tapi ini bukan sembarang hotel,  karena berfungsi juga sebagai museum.
Kalo ngeliat bangunannya masih terlihat begitu kokoh walaupun sudah lumayan tua,  iya aja secara berdiri pada tahun 1912.

Manila Hotel

Ruang didalam hotel juga begitu
besar dan megah dengan langit-langit hotel yang begitu tinggi dan luas jadi terkesan begitu megah dan mewah dengan ornament didinding dan lampu gantungnya yang super gede dan mewah.

Ball room di Manila Hotel

Eh ternyata kami juga diberitahu oleh jubirnya hotel alias icon  hotel tersebut kalau ternyata banyak tokoh penting dunia dan para selebriti dunia yang pernah datang dan nginap di tempat tersebut yaitu di Manila Hotel.  Sayang sekali aku liat di foto gak ada tokoh kita yang ada di gambar. 

Jendral perang Amerika bintang 5 yang berasal dari pasukan darat Phillipine  yaitu Mr Douglas Mac Arthur juga suka banget tinggal di hotel ini.

Mac Arthur Suite

Bahkan  Bill Clinton., Ayatollah Khomeini, sampe penyanyi seperti Rod Stewart dan bintang film seperti Liza Mineli dan masih banyak artis dan tokoh penting lainnya yang gak mungkin aku sebutin satu persatu.
Pokoke puas bingits deh ngitarin
 hotel ini.

Nyicipin menu di Hotel Manila

Bahkan kami juga sempet nyicipin makanan di hotel ini walaupun cuma minum es tapi berasa tinggal di hotel bintang lima, secara tokoh-tokoh penting aja pada datang ke sini gitu loh.  Alhamdullilah bisa mampir ke sini juga hi hi hi.

Latar belakang foto tokoh dunia

Terakhir aku ke suatu tempat yang pemandangannya sangat cantik mirip-mirip dipuncak lembang gitu deh. Dengan cuaca yang begitu dingin dan berkabut  sehingga begitu kabut datang lingkungan sekitar tidak terlihat,  maklum saja didataran tinggi.  Tapi begitu kabut hilang yang terlihat hanya hamparan danau yang begitu cantik yang terlihat bagai hamparan luas dengan pulau-pulau yang ada di tengahnya. Masih di Tagaytay juga .


Pokoke cantik banget deh. Tapi berhubung di sana lagi musim hujan,  aku saranin sih kalo mau berkunjung ke sana kudu siapin baju hangat yang cukup tebal juga kaos kaki soalnya dingin banget. Dan berhati-hati karena jalan setapak cukup licin karena diguyur hujan. Jadi tetep jaga tubuh supaya tetep fit dan makan yang sehat supaya jalan gak gampang cape.





Itu tadi cerita jalan-jalanku ke Phillipine episode ke dua. 
Semoga yang baca suka dan cukup terhibur yah. See you next time. Selamat menuju tahun baru semoga tambah sukses ditahun depan. Amiin YRA.


Salam santun

7 Responses to "Jalan - jalanku ke Phillipine episode dua"

  1. Gimana ya rasanya harus menutup diri dan terisolasi dari dunia luar seperti para biarawati itu.... :v

    ReplyDelete
  2. Interior gereja The Pink Sister Chappel keren, kak.
    Apalagi bagian luarnya ya ..., pasti kesannya gothic banget.

    ReplyDelete
  3. wah ternyata filipina menarik ya untuk dikunjungi. aku mupeng sama bangunan cina dan manila hotelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba cantik dan bersejarah mirip kota tua juga.. Maaf br bls yah.

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel