12 Januari 2019

Mawar Merah Jambu Pemberiannya

12 Januari 2019


Cerita Pendek






Pada suatu pagi, ketika kubuka jendela kamarku, kucium bau tanah yang masih basah. Segar.... dan aku selalu suka dengan hujan, karena suasana terlihat lebih syahdu. Semalam masih ku ingat dengan jelas ketika dia datang dengan baju yang sangat basah, datang kerumahku sambil membawa setangkai kecil mawar merah jambu.

Aku suka pemberiannya, walaupun mawar merah jambu yang ada digenggaman tanganku basah dan sedikit rapuh. Aku hargai jerih payahnya yang dengan bersusah payah datang berkunjug kerumahku, aku suka caranya, aku suka gayanya, apa adanya dengan baju yang masih basah, dia terlihat begitu gagah dan dewasa.

Aku suka melihat rambutnya yang ikal menutupi sebagian wajahnya, terlihat begitu mempesona, membuat hatiku sedikit berdegub menatapnya.
Ya...dia adalah kekasihku, hubungan kami memang belum berlangsung lama, baru menjelang lima bulan berselang. 

Baca juga   Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijau  

Tapi dia begitu ramah dan menghargaiku apa adanya, menerima kekurangan dan kelebihanku apa adanya. Dia tahu kalau aku orang yang tidak suka berpura-pura.
Dan aku menyukai caranya menghargaiku sebagai kekasihnya.

Lelaki itu bernama Bara, seperti bara api yang menghangatkan dikala hujan. Tidak terlalu berlebihan jika aku menganggapnya sebagai pria idaman, karena dibalik wajahnya yang rupawan terselip juga sikapnya yang dewasa dan menawan.

Sosoknya mengajarkan aku untuk selalu bisa memahami kehidupan, menghargai adanya perbedaan dan yang penting kami seiman. Bersyukur aku bisa menjadi kekasihnya, karena masih kuingat saat pertama kali kami berjumpa dengan cara yang tidak biasa.

Kala itu aku sedang berjalan ditengah hiruk pikuknya kota yang ramai dan saat itu sedang  turun hujan. Aku baru saja mendapat kabar bahwa bapak dan ibuku hendak berkunjung ke tempat kost dimana aku tinggal. Karena ketidak tahuan ke dua orang tuaku ,dimana mereka hendak memberikan aku putri semata wayangnya sebuah kejutan.

Namun apa daya ternyata kedua orang tuaku malahan tersasar di kota yang cukup besar ini.
Yah aku memang memutuskan untuk tinggal dikota besar selesai kuliah. Disana aku belajar mandiri dan mendapat pekerjaan. Ternyata ada seorang pria yang dengan baik hati mengantarkan ke dua orang tuaku ke tempat kost Ku. 

Ya dia adalah  sosok yang kini menjadi kekasihku. Pertemuan pertama yang tidak disengaja akhirnya berlangsung sampai saat ini. Tidak terasa sudah lima bulan aku menjadi kekasihnya. Sikapnya yang sederhana membuatnya terlihat begitu istimewa.

Dia juga ternyata seseorang yang cukup romantis, dan aku tidak menyangka masih ada sosok seperti dia yang mau menerimaku apa adanya. Dia tinggal di kota yang sama denganku, dia berasal dari keluarga yang cukup ternama, namun sifatnya sangat sopan dan sederhana.

Baca juga    Dia Bukan Perempuan Pilihan

Tidak pernah aku mendengar dia membanggakan kedua orang tuanya yang kaya raya, begitu juga dengan titelnya. Meskipun dia sudah bergelar sarjana dan kaya tetapi sangatlah berbeda dengan penampilannya. Itu yang membuatku suka dengan sikapnya yang apa adanya, bukan karena ada apanya.

Terkadang dia rajin membawakan novel untukku atau buku cerita kesukaanku, karena aku menyukai novel yang romantis . Dia tahu kebiasaanku jika aku kadang suka menghabiskan waktu membaca novel pemberiannya. Dibalik sifat kekanak-kanakanku dia selalu membimbingku.
Dan dia begitu menghargaiku sebagai kekasihnya.

Dan aku suka dengan caranya, aku suka caranya menatapku, aku suka caranya mengelus rambutku. Penuh kasih dan romantis. Dan yang aku suka darinya dibalik segala kelebihan dan kekurangannya dia selalu rajin memberiku bunga. Seperti kali ini disaat hujan sore ini, kembali dia datang membawa bunga kesayanganku. Mawar merah jambu.

Kutanam bunga mawar pemberiannya dibawah jendela kamarku. Aku suka menatapnya . Apalagi dikala hujan seperti ini, kelopak mawar merah jambu hampir merekah. Pohonnya yang rimbun dan berwarna merah muda begitu indah .

Aku suka menatap bunga mawar  itu berlama-lama yang mengingatkanku pada sosoknya. Ya dia kekasihku yang sore ini tiba membawakanku setangkai bunga mawar merah jambu.

Kuingat betapa romantisnya dia dikala hujan tiba, bersusah payah datang menemuiku membawakan ku setangkai bunga dan kusuka  dia apa adanya, dia yang sederhana dan dewasa, tidak perlu mengumbar kata-kata mesra, dari cara memandangnya saja ku tahu ada ketulusan didalamnya.

Tanpa kepura-puraan, apa adanya, tampan wajahnya, dan aku suka wangi tubuhnya.
Ya lelaki itu kini sudah menjadi milikku. Dia yang bernama Bara, yang selalu rajin membawakanku bunga, mawar merah jambu  selalu ada dihatiku. 
Aku selalu suka hujan , aku selalu suka mawar pemberiannya, semuanya mengingatkanku pada sosoknya, lelaki itu bernama Bara.

Hanya sebuah cerita pendek.


Salam santun






4 komentar:

  1. Bagus ceritanya, ngalir gitu aja kayak dengerin orang cerita gt

    BalasHapus
  2. wah udah lama sekali saya gak baca cerpen padahal dulu saya ini penggila cerpen. karena tenggelam dalam sibuk saya jadi gak sempat buat baca - baca lagi. dan pas tadi dapat notif mbak heni posting blognya saya jadi pengen baca dan awal baca saya seolah - olah diajak masuk ke dalam cerita dan membayangkan adegan hujan dengan seorang laki - laki didalamnya yang basah kuyup mendatangi seorang wanita. seperti menceritakan tulusnya seorang pria bertemankan hujan untuk menunjukkan rasa sayangnya. bener - bener membawa saya pada khayalan yang bermain di dalam kepala saya untuk memvisualisasikan cerita pendek yang saya baca ini. lanjutkan mbak ceritanya mungkin saya harus berkhayal lagi untuk kelanjutan cerita yang mbak buat. Semangat ya mbak nulisnya moga menular ke saya juga. Amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims yah atas comentnya.. Smg suka. 😊😊

      Hapus