20 Februari 2019

UNPREDICTABLE LOVE

februari 2019

Cerpen

Sekilas
Masih tentang kasih sayang, walaupun harinya udah lewat, boleh dong sekedar berbagi tulisan tentang itu.

Yah what ever lah, aku mah gak ikutan, cuman sekedar berbagi tulisan ringan aja. Gak mesti ditanggapin kelewat serius, yang ada ntar malahan rame," peace " damai itu lebih indah deh


pixabay
Iya sepertinya sayang dan cinta itu terkadang bagai dua sisi mata uang, rasanya kalau sayang itu bisa ke semua orang deh dan makna nya lebih luas, sedangkan cinta juga adalah perasaan sayang, tapi biasanya bermuara ke seseorang saja ujung-ujungnya, iya enggak sih ?

Terkadang perasaan seperti itu datang begitu saja tanpa diundang, gak memandang kedudukan, gak melihat harta, kadang gak melihat status, masak seeh. Apa iya cinta seperti itu ?

Ditutupnya buku yang baru saja sempat dibacanya, baru beberapa lembar saja, tulisannya memang agak sedikit nyeleneh dan itu sudah cukup baginya untuk meresapi maknanya. Lelah dan sedikit ngantuk, akhirnya dia tertidur pulas.

Jam di dinding kamar menunjukkan pukul 4 dini hari, bergegas dia bangun, duduk sejenak di tempat tidur. Pikirannya masih teringat dengan buku yang baru saja dibacanya semalam. 

Mungkin saat ini perasaan dan hatinya sedang berkecamuk. Entahlah apakah dia sedang jatuh hati kepada seseorang atau tidak, namun ada sedikit terbersit perasaan berbeda yang ada didalam hatinya.

Masih terngiang-ngiang dan terekam jelas peristiwa beberapa waktu yang silam, dan itu sudah cukup membuatnya tersadar bahwa cinta itu tidak harus memliki.
Dan itu adalah pelajaran yang sangat berharga baginya, dan dia tidak mau gegabah lagi untuk kedua kalinya.

Yah dia adalah seorang lelaki muda yang sedang jatuh hati, apakah perasaan ini salah atau benar dia tidak dapat menjawabnya. Yang dia tahu perasaan seperti ini mulai terasa sekitar akhir-akhir ini saja. Dia tidak berani berfikir lebih jauh , takut membayangkannya.

Hari menjelang subuh, dia beranjak dari tempat tidur dan mulai mengambil air wudhu, dibasuhnya seluruh tubuhnya dengan air dingin yang mengalir, sedingin hatinya yang kian nelangsa.

Ya dia adalah seorang mahasiswa di sebuah kampus, usianya masih cukup muda belia , baru beranjak dua puluh dua tahun saja. 

Namun sepertinya dia mulai menyukai seseorang, dan rasanya perasaan itu setiap hari semakin berkembang saja tanpa dia berhasil mencegahnya, apakah ini rasa suka ?

Lelaki muda itu menyukai  seorang dosen wanita yang sering dia jumpai disalah satu mata kuliah yang di ikutinya. Entahlah kenapa dia begitu mengagumi sosok sang dosen yang manis dan kemayu, cerdas pula.

Apakah ini sekedar rasa kagum saja ataukah memang dia sudah benar-benar jatuh hati kepada dosen tersebut, nama dosen itu adalah Tantri.

Padahal jika dilihat usianya mungkin sudah cukup dewasa, mungkin sekitar tiga puluh tahun.

Bah..kepalanya terasa berputar, Tuhan apakah aku salah bila aku mulai menyukai seseorang ? Pertanyaan demi pertanyaan bergelayut di kepalanya.

Mungkin jawabannya ada di dalam hati nuraninya , tidak bisa dipungkiri jika selama ini lelaki muda ini memendam perasaan sukanya secara diam-diam.

Selama ini memang dia selalu rajin berkomentar dan sering mencuri perhatian kepada sang dosen yang ayu. Entahlah atau dia hanya merasa kegeeran saja selama ini.

Kepribadiannya yang lincah, supel dan sedikit cuek membuatnya merasa senang berada dekat sang dosen. Dan itu tidak bisa ditutupinya.

Emang sih wajah ku gak jelek-jelek amat begitu mungkin pikirnya, ha ha maklum saja anak muda yang suka dengan hal-hal baru. Segala sesuatunya bergelora sesuai dengan jiwa mudanya.

Hari demi hari rasa sukanya kepada sang dosen yang ayu kian bertambah, dia pun tidak berusaha menghentikannya. Mengalir saja apa adanya.

Syukur selama ini nilai ujiannya masih lumayan, semenjak dia sering bertemu dengan bu dosen yang ayu membuatnya semakin rajin belajar dan memberi semangat tersendiri baginya.

Terkadang tingkah konyolnya yang suka usil keluar dengan sendirinya tanpa di sengaja, dia suka sekali memperhatikan sang dosen yang ayu dari kejauhan.
Entahlah apakah bu dosen Tantri ini menyadarinya atau tidak.

Kelakuannya yang suka pecicilan, membuat nya sering mencuri-curi perhatian dari sang dosen. Sepertinya sang dosen ayu juga meresponnya, sepertinya sih , dia hanya menduga-duga saja.

Kebersamaan antara murid dan dosen semakin dekat, hatinya bergelora dan berdegup bila dia berada dekat dengan bu dosen pujaannya.

Sampai teman-temannya sendiri menjulukinya sebagai seorang secret admirer. Ha ha entahlah, dirinya saat ini tidak bisa berfikir dengan jernih.

Sudah beberapa orang kawan menasehatinya untuk tidak terlalu hanyut dengan perasaannya, namun sang pemuda ini kekeh dengan pendiriannya.

Perasaan suka ini sudah terlanjur terukir didalam hatinya, susah untuk menghilangkan begitu saja. Dia sedang tidak menggunakan akal sehatnya.

Yang ada dalam fikirannya saat ini adalah...apakah aku salah jika aku terlanjur sayang dan suka dengan bu dosen pujaannya?

Masih diingatnya buku yang pernah dia baca beberapa saat yang lalu, bahwa cinta tidak mengenal kepada siapa dia akan berlabuh, tidak memandang harta, status, kedudukan, cinta bisa berlabuh pada siapapun tanpa kita bisa mencegahnya.

Dia hanya teringat dengan tulisan yang sempat dia baca. Jika aku memang benar-benar menyayangi dan menyukainya, bantu aku Tuhan...

Yah dia hanyalah seorang lelaki biasa yang juga berhak mencintai seseorang, hanya saja cinta dan rasa sukanya berlabuh pada sang dosen yang selama ini menjadi pembimbingnya. Apakah perasannya salah ?

Karena rasa sukanyalah yang membuat lelaki muda ini nekat mencari nomor telfon sang dosen ayu. Akhirnya dengan bersusah payah diapun mendapatkan nomor pribadi sang dosen dengan mencari tahu. Perjuangannya tidak berhenti sampai disini saja. Petualangan baru saja dimulai.

Malam itu lelaki muda ini nekat mengirimkan pesan kepada sang dosen yang ayu. Ditunggunya selama beberapa menit.... namun tidak ada balasan sama sekali. Dia mencoba bersabar,...sampai akhirnya suara handphonenya berbunyi.

Dengan tidak sabar di sambarnya handphonenya dan melihat siapakah yang sudah mengirimkannya pesan. Matanya tampak berbinar ketika dilihatnya di layar handphone nama sang dosen terpampang.

Dibukanya dengan perlahan, apakah isi pesan tersebut, wah..ternyata hanya pesan singkat biasa yang mengatakan jika sang dosen sedang tidak ada ditempat. Hatinya agak sedikit kecewa. Namun berusaha menghibur diri.

Tapi dia berusaha tetap tenang dan sabar, karena dia yakin tidak ada usaha yang berakhir sia-sia, ha ha. Jiwa mudanya masih bergelora, dia yakin sekali tampaknya.

Sampai pada keesokan hari ketika di kampus, dia kembali bertemu dengan bu dosen yang ayu, dan dia hendak bertanya, namun sepertinya kesempatan belum berpihak padanya. Sang dosen juga sepertinya tidak mengatakan apa-apa tentang pesan darinya semalam.

Beberapa hari telah terlewati, sampai akhirnya dia mencoba kembali nekat mengirimkan pesan yang kedua kepada bu dosen pujaannya.
Hatinya berdegup kencang ketika dia mengirimkan pesan singkat tersebut. Ada-ada saja usahanya.

Sebenarnya pesan tersebut biasa saja, tidak ada yang istimewa, karena isinya hanya menanyakan tentang tugas kuliah yang sempat tertunda saja.

Namun karena si pemuda sudah kadung suka, pesan yang dia buat seakan-akan menjadi penentu jawaban. 

Ternyata pesan tersebut berbalas, di bacanya pesan singkat di layar, disitu dijawab jika bu dosen yang ayu bisa membantu dan memberinya sedkit waktu untuk bisa berdiskusi. Wow hatinya menjadi girang tak karuan, akhirnya bu dosen ayu membalas pesannya. 

Padahal itu adalah pesan biasa, Tapi sudahlah baginya jawaban pesan itu sudah lebih dari cukup, setidaknya sang dosen sudah mau membalas pesannya, dan itu sudah cukup baginya.

Pertemuan pertama berlanjut di kediaman bu dosen yang ayu, rumahnya tampak asri dan teduh, seteduh dan seayu sang pemilik.

Pertemuan pertama bagi sang pemuda membuatnya seperti susah untuk konsentrasi, ha ha, hati dan fikirannya sedang tidak singkron tampaknya.

Kepinginnya bicara apa, yang keluar berbeda, seperti orang bodoh...tak bisa berkata apa-apa, padahal sifatnya tidaklah seperti itu.
Kesehariannya adalah pemuda yang supel dan lincah.

Tapi entah kenapa hari ini ketika sedang berhadapan dengan pujaan hatinya, lidahnya terasa kelu dan sulit berkata-kata. Ampun...kalau tidak demi sang dosen pujaan..rasanya dia hendak kabur saja dari hadapannya.

Tapi hatinya berkata tidak, dia tetap memilih bertahan, huff, akhirnya dia mencoba untuk memulai percakapan, dia bertanya seputar tugas kuliahnya yang sempat tertunda beberapa waktu yang lalu, sampai sang bu dosen ayu menjawab semua pertanyaannya.

Rasa penasaran terjawab sudah, ternyata bu dosen tidak seperti dalam bayangannya yang tegas didalam kampus, ternyata orangnya cukup ramah dan enak diajak bicara.

Sampai akhirnya keduanya saling bercerita diluar topik , pembicaraan keduanya tampak menyenangkan, tidak tanpak gurat kesal atau malas meladeninya bicara.
Baginya itu sudah lebih dari cukup. Dia menganggap jika dirinya sudah dewasa.

Rasa penasaran dan kekagumannya semakin bertambah. Sampai akhirnya pertemuan demi pertemuan berlanjut dan mereka mulai intens bertemu , kalau tidak dikampus ya dirumah bu dosen ayu.

Hubungan keduanya pun tampak akrab, memang tidak ada yang salah, karena rasa suka mengalir begitu saja didiri sang pemuda, toh benar seperti buku yang pernah dia baca sebelumnya bahwa cinta itu tidak mengenal perbedaan.

Sang pemuda tetap berusaha sopan dalam bertindak, dia hanya merasa perlu  untuk tetap bersikap hormat kepada bu dosen pujaannya, walaupun rasa suka mulai timbul pada dirinya.

Baginya dia harus tetap menjaga hubungan baik yang selama beberapa bulan ini sudah terjalin. Dia tidak mau gegabah dalam bertindak. Pantang untuk berlaku tidak sopan kepada sang pujaan apalagi itu adalah dosennya.

Sampai pada suatu ketika, dirinya sudah tidak dapat lagi berdusta, hatinya tidak lagi bisa membendung, ingin sekali berterus terang mengeluarkan isi hatinya, fikirannya sedang tidak tenang.

Tepat pada hari ini ditanggal 14 februari, dia nekat mendatangi bu dosen yang ayu, tanpa ragu dia mengeluarkan apa yang selama ini dipendamnya. Hatinya membuncah.
Berdegup kencang, menanti jawaban. Rasanya tidak ada yang salah.

Dia hanya butuh kepastian, itu saja. Rasa penasaran membuatnya tak sabar menunggu jawaban dari sang pujaan hati. Sampai akhirnya telinganya mendengar sendiri jawaban jujur dari sang dosen, yang mengatakan bahwa selama ini hubungan yang terjadi diantara mereka berdua hanyalah sebagai hubungan biasa saja antara seorang mahasiswa dan dosen, tidak lebih.

Bagai guntur disiang bolong, begitu dia mendengar jawaban dari sang dosen pujaan hati. Seakan dia tidak percaya, berarti selama ini usahanya sia-sia saja.
Sudah sangat jelas baginya bahwa ini adalah penolakan baginya.

Berarti hubungan yang selama beberapa waktu belakangan ini tidak lebih hanya fatamorgana saja. Dia hanya berhalusinasi terlalu tinggi.

Nasehat dari sahabatnya yang tidak dia pedulikan kembali dia ingat, sudah sering dia abaikan, hatinya terlanjur luka, jika sudah begini mau bilang apa ?

Ingin rasanya dia beranjak dari situ, namun kakinya terasa kaku, yang ada hanya gurat kecewa, ternyata selama ini bu dosen yang dia kagumi sudah memiliki pujaan hati, lebih parahnya lagi sudah bertunangan dan akan segera ke pelaminan. Dan itu sudah cukup baginya. 

Selama ini memang belum pernah bu dosen berbicara masalah itu, mungkin karena dia hanya menganggap hubungan mereka biasa saja, toh akhirnya dia mengetahui juga. Dia segera pulang, tubuhnya lunglay.

Kepalanya terasa sakit, dicobanya melihat sekeliling kamarnya, menatap ke langit-langit kamar. Hanya bisa termenung. Masih terngiang ditelinganya jawaban bu dosen pujaannya.

Baca   Mawar merah jambu pemberiannya
Baca   Dia bukan perempuan pilihan
Baca   Relung hati yang terdalam

Dia kembali teringat dengan buku yang pernah dia baca sebelumnya, belum semua sempat dia baca, hanya beberapa lembar saja, tetapi dia sudah terlalu cepat menyimpulkannya. Ternyata inilah jawabannya. Apakah dirinya terlalu naif dan bodoh ?

Tidak ada yang salah, barangkali saja cinta sedang tidak berpihak pada dirinya, barangkali dia hanya terlalu berharap banyak, barangkali ini bukan waktu yang tepat bagi dirinya, barangkali....barangkali... Begitu banyak kata-kata yang berputar dikepalanya.

Didengarnya lagu yang sedang berputar, lagu jadul kesayangannya

I can't fight this feeling any longer
And yet I'm still afraid to let it flow
What started out as friendship
Has grown stronger
I only wish I had the strength to let it show

I tell myself that I can't hold out forever
I said there is no reason for my fear
Cause I feel so secure when we're together You give my life direction
You make everything so clear

And even as I wonder 
I'm keeping you in sight
You're a candle in the window
On a cold dark winter's night
And I'm getting closer than I ever thought I might

And I can't fight this feeling anymore
I've forgotten what I started figting for.....


Dilihatnya kembali jam dinding dikamarnya, tepat pukul 4 subuh. Diambilnya segera air wudhu, membasuh perlahan seluruh tubuhnya, hanya rasa dingin yang terasa ditubuhnya, dia tak berani membayangkan lebih jauh, hanya doa saja yang bisa dia lakukan untuk saat ini, mencoba menata hatinya.

Itulah cinta, tidak dapat diprediksi kapan dia akan tiba dan kapan dia akan pergi, tidak memandang rupa, tidak memandang harta dan kedudukan, semua mengalir begitu saja tanpa kuasa membendungnya. 

Dan saat ini dia sedang mengalaminya. Hanya saja harapan tinggal harapan, tidak seindah yang pernah dia bayangkan sebelumnya. Tidak seperti cerita romantis di novel-novel atau film drama romantis. Itu semua cuma cerita.

Namun satu yang pasti , cinta itu butuh kepastian dan kebahagiaan. Tidak seperti yang sedang terjadi pada dirinya, cintanya tak berbalas, cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, ...unpredictable love...
Dan itu sudah cukup menyadarinya.

Salam santun








14 Februari 2019

WISATA EDUKASI MUSEUM LAMPUNG ( RUWA JURAI )

WISATA EDUKASI  MUSEUM LAMPUNG

februari 2019

wisata edukasi museum
Museum Lampung
Sekilas, 

Museum Negri Provinsi Lampung atau Ruwa Jurai bentuknya menggambarkan arsitektur tradisional Balai Adat Lampung (Sessat) yang disesuaikan dengan keperluan teknis museum.
Koleksi yang dipamerkan di museum ini merupakan semua jenis benda materil hasil budaya manusia ,alam, dan lingkungannya.

Koleksi yang ada di museum ini memiliki nilai bagi pembinaan dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.

Koleksi yang ada di Museum Lampung ini diklasifikasikan dalam sepuluh jenis, yaitu geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika dan keramologika ( sumber at Museum Lampung ).

Hai...tadi aku nyempetin diri jalan-jalan ke salah satu tempat yang cukup bersejarah yaitu Museum Lampung. Sudah beberapa hari ini kalo temens  sempet baca blog aku, kok isinya tentang kota ku terus yah. 

Iyalah soalnya aku memang warganya, dan sebagai warga yang baik gak ada salahnya dong  kalau aku  sekedar berbagi sedikit yang aku bisa , bukannya sok tau, ini murni cerita aku aja sih. lagian siapa tau apa yang aku tulis ini ada manfaatnya walau cuma sedikit.

Baca  Pantai Mutun Si Cantik Nan Menawan
Lanjut ke Museum Lampung, kalau mau ke tempat ini, jarak yang ditempuh dari pusat kota memakan waktu sekitar tiga puluh menit, tergantung macet atau enggak sih, kalau pake ojek online bisa lebih cepet dan ongkos juga gak mahal amat kok. Kalo pakai kendaraan umum bisa lebih lama, karena macet.

Baca  Ke Bali Aku Kembali
Baca  Jalan jalanku Ke Philipine Episode Satu
Tapi semenjak ada jalan layang lumayan mengurai kemacetan sih, soalnya bisa dilewati dua jalur atas dan bawah. Tergantung dari mana kita naik, jika kita berada di pusat kota Tanjung Karang hanya satu kali naik angkot dengan ongkos Rp 4000,- saja, sedangkan jika berangkat dari jalur yang berbeda bisa naik angkot dua kali, jadi ongkosnya dobel alias Rp .8000,-.

Harga tiket masuk ke Museum Lampung ini terbilang cukup murah, dengan hanya membayar Rp.4000,- saja per orang kita sudah bisa keliling museum dan ambil foto.

Jam berkunjung juga diatur dari hari senin sampai kamis pada jam 08-14 wib.
Jumat jam 08-10.30 wib dan sabtu-minggu jam 08-14 wib, sedang untuk hari libur nasional Museum Lampung ini tutup. 

Kenapa kalau yang namanya ke museum itu kesannya selalu serius dan tempatnya kesannya kaku yah, apalagi tipe museumnya yang rada formil tentang pengetahuan gini, tapi ya sudahlah namanya aja kepingin tauk, soalnya aku sendiri juga baru pertama kalinya ke sini, jadi ya harap maklum saja kalau  aku agak sedikit penasaran.
contoh rumah adat Lampung

Sebelum masuk ke Museum lampung dihalaman terdapat miniatur rumah adat Lampung yang berbentuk panggung. Biasanya jika dikampung masih ada tersisa bentuk rumah panggung ini, fungsinya pada jaman dahulu adalah untuk mencegah dari bahaya banjir dan juga mencegah dari serangan binatang buas .

Tadi aku sempet ambil beberapa foto walaupun hasilnya kurang bagus karena cahaya di dalam Museum Lampung ini gak begitu terang, memang kebanyakan museum yang aku kunjungi cahayanya agak redup gitu, gak tau kenapa mungkin memang sudah aturannya begitu kali yah.

Batuan lava



Foto ini aku ambil tadi, disitu tertulis bahwa bebatuan ini berasal dari letusan gunung krakatau pada 27 Agustus 1883 dan terjadi tsunami,dan semburan asap kelabu dan ribuan lava sebesar kerikil dilontarkan dari gunung krakatau yang membakar flora dan fauna serta rumah penduduk dengan jangkauan 300 km.

Jadi inget peristiwa desember 2018 kemarin deh, sempet terjadi tsunami karena erupsinya anak gunung krakatau, anaknya aja segitu dahsyatnya, apalagi induknya yah. Yang segitu aja sudah menimbulkan banyak korban jiwa baik di Banten maupun di lampung, gak kebayang jaman dulu..serem banget.


Aksara Lampung

Gambar diatas adalah huruf atau aksara Lampung, jaman aku sekolah dulu juga belajar aksara lampung ini, kalau dilihat sepintas seperti aksara Jawa, tapi artinya dan pengucapannya saja jauh berbeda. Dan itu diresmikan oleh gubernur Lampung bpk. Yasir Hadibroto pada Desember 1985, saat beliau masih menjabat sebagai gubernur Lampung.


Naskah kulit kayu

Adalah naskah kuno Lampung yang berasal dari tradisi sastra Indonesia kuno yang telah ada sebelum islam masuk ke Sumatra. Umumnya naskah kuno itu berisi syair mistik, cerita , mantra sihir dan naskah pengobatan yang berasal dari unsur pra islam dan islam yang terjalin erat.

Naskah kuno ini terbuat dari media kulit kayu , bambu dan tanduk. Didalamnya terdapat gambar yang merupakan rajah. Pada sisi A bersisi mantra tolak bala dan pengobatan, sedang pada sisi B berisi mantra kejahatan dan kekebalan tubuh. 

Bak mandi atau tempayan


Beralih ke gambar yang diatas, itu adalah tempayan. Di Lampung sendiri tempayan disebut dengan nama paseu. Fungsinya adalah sebagai bak mandi untuk berendam gadis Lampung ( mulei ) sebelum upacara akad nikah. Keramik dinasti Ching bermotif burung, tumbuhan dan bunga, yang berasal dari daerah Kedondong, Pesawaran Lampung.

Aku nggak kebayang deh kalau ternyata jaman dulu gadis-gadis lampung sebelum melaksanakan akad  nikah ternyata harus mandi dan berendam dulu didalamnya.

Yang aku liat di museum tadi sih tempayan ini lumayan besar, ukurannya hampir satu meter barangkali dan terlihat sangat kokoh dan tebal.
Barangkali kalau aku hidup dijaman itu, aku termasuk salah satu gadis / mulei yang ikutan mandi berendam juga , iya nggak sih.

Senjata tradisional lampung


Nah kalau foto yang diatas adalah senjata tradisional Lampung, sudah dikenal sejak jaman dahulu dalam kehidupan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, pertahanan diri dari ancaman luar. Selain itu senjata yang bernama "badik" ini memiliki makna religi dan simbolis. 


Bentuknya yang pipih melengkung dan runcing di ujungnya. Bagian hulu badik terbuat dari kayu yang disatukan dengan bilah dan diberi cincin sebagai penguat. Dan sarung badik terbuat juga dari kayu disesuaikan dengan bentuk bilah badik.

peralatan dari perunggu


Beralih ke kebudayaan perunggu yang dimulai pada masa perundagian, dikenal dengan kemahiran dalam teknik peleburan, pencampuran dan penuangan logam yang berlangsung sekitar 3000 SM hingga awal abad masehi.

Di Lampung ditemukan Nekara dan Bejana yang dibuat dengan teknik cetakan setangkup.
tengkorak manusia purba

Di Museum Lampung ini juga terdapat tengkorak manusia purba pada masanya yaitu phitecanthropus erectus, 1,7 juta tahun yang lalu, hingga dikenal nya tulisan  (prasasti ) Kutai dan prasasti Tarumanegara.

Masa prasejarah dihuni oleh homo erectus dan homo sapiens.

Di Indonesia sendiri ditemukan sebanyak 48 fosil manusia di Stabat Medan, pati ayam, Sangiran Solo, Sambung Macan Jawa Tengah, Perning Kedungbrubus, Trinil, Wajak jawa Timur, Gilimanuk Bali dan Flores Nusa Tenggara Timur.

Inget jaman sekolah dulu, pas SMA kebanyakan ngapalin sejarah maklum anak ips sih jadinya sedikit masih inget. Kalau ada temen yang agak jahil selalu dijuluki phitecantropus erectus, alias mirip si anu...taukkan maksudnya ?
kopi dan lada adalah komoditas lampung

Nah kalau di atas adalah gambar lada dan kopi, kalian tahu sendiri kan kalau Lampung memang terkenal dengan penghasil kopi dan ladanya. Dahulunya rute jalur Sutra Fa Hien, Marcopolo dan Cheng Ho melalui kawasan Selat Sunda dan Selat malaka telah memperkenalkan kepada dunia bahwa Lampung memiliki kopi dan lada yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Eropa dan china sebagai komoditas dagang dan kebutuhan primer.

Sebagai pencinta kopi aku lumayan bangga karena Lampung juga termasuk salah satu penghasil kopi, walaupun sekarang sudah banyak timbul pesaing-pesaing baru di bidang perkopian, tapi kopi luwak dari tempatku cukup terkenal loh dan harganya lumayan nguras kantong hi hi.

Sebetulnya fisi dan misi dari Museum Lampung sendiri adalah dalam rangka peningkatan sistemasi pelestarian dan perlindungan, pengembangan, fungsionalisasi dan penyimpanan dan pemanfaatan benda cagar dan budaya.
Wih panjang dan komplit banget fisi dan misinya.

Yup berhubung yang aku tulis udah kelewat panjang, aku yakin juga diantara kalian belum tentu suka baca tulisan yang panjang-panjang, termasuk aku hi hi.

Sebenernya sih kalo mau di runut masih banyak yang belum aku tuang semua ke dalam tulisan, tetapi berhubung aku juga ngerasa sudah cukup saja sampai disini, aku lelaaaah temans dan punggungku sudah mulai pegel.

Yah itu tadi sedikit.. sedikit apa banyak yah ...tulisan aku tentang cerita jalanku seharian, karena gak ada angin gak ada ujan aku iseng aja jalan sendiri ke  wisata edukasi Museum Lampung, semoga aja tulisan ini ada sedikit manfaatnya. 
Yang bermanfaat di ambil yang gak bermanfaat lupain aja, serius tapi santai apa santai tapi serius, peace aja deh biar gak boring bacanya.



Salam santun







11 Februari 2019

MASJID AGUNG AL FURQON 'IKON KEBANGGAAN MASYARAKAT BANDAR LAMPUNG

MASJID  AGUNG  AL  FURQON  IKON  KEBANGGAAN
MASYARAKAT  BANDAR  LAMPUNG

masjid Agung Al Furqon
                   Masjid  Agung Al Furqon 

12 Februari 2019

Hai temans...Kali ini aku mau ngebahas tentang salah satu ikon kebanggaan masyarakat Bandar Lampung, yaitu masjid Agung Alfurqon. Ya sebenarnya ini cerita lama, tapi aku coba buat mengulas kembali tulisan tentang masjid ini menurut caraku yah.

Kenapa disebut ikon kebanggaan masyarakat Bandar lampung, karena berdirinya masjid ini menurut sejarahnya diprakarsai oleh presiden Ir.Soekarno. pada tahun 1951.

Dan peletakan batu pertamanya adalah pada tahun 1961, menurut sejarahnya, presiden Soekarno membeli lahan tersebut dari masyarakat yang berada disekitaran lokasi dan mewakafkan tanah yang dibeli untuk pembangunan masjid. Dan itu menjadi awal sejarah berdirinya pembangunan masjid Agung Al Furqon. {sumber wikipedia}

lokasi strategis, dok. pribadi
.
Masjid yang lokasinya berada di jantung kota Bandar Lampung ini, berada di dua pertemuan jalan utama yaitu jalan pangeran Diponegoro dan jalan dr Susilo. Dan lokasinya juga berdekatan dengan  pemkot Bandar Lampung.
Jadi lokasinya memang sangat strategis.

   lokasi berada dekat pemkot Bandar Lampung

Pada awalnya masjid Agung Al Furqon ini hanya terdiri dari satu lantai saja. Namun seiring dengan perkembangannya masjid ini sekarang terdiri dari dua lantai yang cukup luas, dan bisa menampung jamaah yang cukup banyak sekitar 2000 jamaah lebih .

Lantai satu biasa dipergunakan untuk acara pernikahan dan sebagai aula  dan lantai kedua digunakan untuk kegiatan peribadahan, namun untuk kegiatan hari raya, biasanya ke dua lantai sangat full, bahkan sampai memenuhi teras masjid.

Sekarang ini masih berlangsung pembangunan menara masjid, dimana tinggi kedua menara tersebut adalah setinggi 100 meter. Menara tersebut ada yang letaknya diluar masjid, dan biasanya pada malam hari ada lampu sorot yang sangat terang, sehingga terlihat sangat indah dan jelas pada malam hari. Bahkan cukup jelas terlihat dari jarak yang lumayan jauh.


menara masjid, dok pribadi
Ornamen dan gambar disekitar jalan menuju masjid Agung Al Furqon ini juga sangat indah karena adanya relief berupa huruf Al Quran didindingnya.
Jika dipelataran taman masjid ada terdapat gambar wali songo yang menambah keindahan arsitektur di sekitar masjid.
huruf al quran didinding ,dok.pribadi 
                   Relief Wali Songo, dok pribadi

Sedang menara yang satunya lagi letaknya ada di seputaran masjid. Dengan warna nya yang hijau pupus, masjid ini terlihat sangat kokoh dan indah.
Aku juga ingat semasa kecil sering ke masjid ini , karena letaknya dekat dengan sekolahku, apalagi bila sedang ada kegiatan solat berjamaah dari sekolah biasanya murid-murid dianjurkan ke masjid ini.

Sering juga diadakan kegiatan pengajian dan tabligh akbar di masjid ini. Biasanya sih mengundang ustad atau penceramah yang cukup terkenal, dan masjid ini akan full oleh pengunjung yang berasal dari luar dan dalam kota Bandar Lampung.

Fasilitas di masjid ini juga sangat lengkap, seperti lahan parkir yang cukup luas, area untuk mengambil wudhu, dan taman. Keberadaan masjid ini cukup terawat karena pengurus masjid sangat memperhatikan keadaan masjid ini.

Pengurus baru masjid ini adalah KH. Buchori Muslim, seorang dosen di IAIN Radin Intan Bandar Lampung pada periode 2016-2019, menggantikan KH. Arief Mahya, meskipun tidak lagi menjabat ketua, namun beliau tetap menjadi pengurus di masjid ini {sumber harian Teras Lampung.com}.

Itu tadi adalah tulisan singkatku mengenai sejarah dan keberadaan Masjid Agung Al Furqon yang merupakan ikon kebanggaan masyarakat Bandar Lampung. Semoga saja masjid yang lumayan besar ini kedepannya akan menjadi tempat memakmurkan masyarkatnya diberbagai aspek kehidupan, terutama  bidang keagamaan...Amiin.



Salam santun





  





8 Februari 2019

Lorong King, Gang Yang Ngeksis Di Bandar Lampung

Februari 2019

Lorong King Gang Yang Ngeksis

Hai tadi siang aku sempet mengunjungi salah satu tempat yang cukup identik dengan masyarakat Bandar Lampung. Namanya lorong king. 

Kebetulan pas saat aku sedang berada disana sedang ada pertunjukan barongsay, jadi dari kejauhan sempet liat, tapi cuman sebentar aja, soalnya panas dan cukup rame, tapi aku sempet ambil fotonya dari kejauhan, soalnya barongsaynya lucu warnanya pink dan imut alias unyuk-unyuk banget, biasanya warna merah ngejreng.


Tapi mohon maaf kalo fotonya kurang keren yah. Mumpung masih hari raya imlek gong xi fat cai yah buat  temens yang ngerayainnya, semoga belum terlambat.
pertunjukan barongsay

Ada apa dengan lorong king, mungkin nggak semua orang tahu apa itu lorong king. Ya wajar aja soalnya itu cuman satu-satunya lokasi yang ada di seputaran Bandar lampung, tempat aku tinggal. 

Bukannya tempat yang ngetop seperti malioboronya Jogja, tapi mirip gitu deh., cuman bedanya di lorong alias gang sempit.

Yak dulunya sih belum seramai dan sengetop sekarang. Tapi jangan dibayangin tempatnya itu indah dan keren yah. 

Enggak kok itu cuman lorong alias gang biasa yang kini berubah fungsi menjadi tempat gelaran orang berdagang segala rupa. 

Tapi lumayan bersih kok tempatnya. Aku suka kesini buat berburu kulinernya aja, kalo belanjanya mah jarang hi hi.
Awal mulanya tercipta nama lorong king aku juga gak begitu jelas. Yang aku tau sih dulunya adalah sebuah gang kecil biasa yang menuju ke salah satu pusat perbelanjaan gitu.

Dulunya sih ada satu mall yang lumayan ngetop disana, dan sepertinya itu mall satu-satunya yang lumayan gede dan cukup ngetop di kotaku pada waktu itu loh dan itu udah lamaaa banget.

Seiring berjalannya waktu entah kenapa mall itu tutup, barangkali karena munculnya mall-mall baru mungkin salah satu penyebabnya

Bisa juga karena persaingan bisnis, siapa yang kuat dia yang bertahan, mungkin juga sih.

Sekarang sih sudah berubah nama menjadi simpur, alias mall simpur. Gak tau kenapa namanya simpur, kalo dulu King karena memang besar dan satu-satunya sebelum adanya mall-mall baru.

Sampai sekarang  lorong menuju mall simpur justru masih tetap menggunakan nama king alias lorong king. Mungkin untuk mengenang mall pertama kalinya yang ada.
Dan lorong king ini sih lumayan terkenal di kotaku.

Baca  Gak cuma gadget yang multitasking, perempuan juga loh
Sebenarnya ada dua lorong yang jaraknya berdekatan. Cuman kalau lorong yang ke dua lumayan padet dan hanya berisi pernak-pernik saja.

Sedang lorong yang pertama juga sebenarnya ramai juga, tapi barang-barang yang dijual lumayan lengkap.

Mulai dari makanan dan minuman, pernak-pernik untuk hiasan rambut, segala macam sovenir entah itu gelang, cincin, kalung, dompet, tas, sepatu, baju dan juga makanan. Pokoknya komplit-plit dah.

Tokonya juga saling berjejer dan berhadapan. Ya iyalah namanya aja lorong alias gang

Kemarin aku juga sempet nyicipin makanan di sana, namanya tekwan.
Kalo orang Sumatra sudah pasti tauk makanan ini. Soalnya asalnya dari Palembang.

Terbuat dari campuran ikan dan tepung dengan bentuk bulat kecil, sedang kuah kaldunya terbuat dari udang kering atau ebi. Dengan campuran soun , irisan timun , jamur kuping dan taburan bawang goreng dan daun seledri. Kalo mau sedep pake sambel ditambah kecap.
Harga semangkuk juga masih terjangkau kok cuman  Rp 10.000 saja perut sudah lumayan kenyang, kalo masih kurang bisa makan berbagai jenis empek-empek yang ada di situ, juga berbagai jenis makanan tradisional lainnya.

Setau aku sih kalo orang Jakarta kalo sedang liburan ke Lampung biasanya menuju ke lorong king ini untuk sekedar nyicipin menu disini yang murah meriah dan lengkap.
Emang sih banyak pilihan dan gak cuman di sini aja.

Masih banyak tempat lain yang jualan segala macem sovenir dan makanan. Cuman yang lumayan terjangkau ya di sini ini sih setau aku.

Di lorong king ini juga kalau pagi sekitar jam 7 masih sepi dan belum buka, tapi ada salah satu kedai kopi yang lumayan rame dikunjungi oleh kaum  cowok dari berbagai usia untuk sekedar nyicipin kopi dan makanan ringan.

Biasanya sih nongkrong di kedai kopi ini sehabis olah raga pagi seperti bersepeda ato joging gitu. Mereka nongkrong sambil ngobrol di tempat ini.


Nah sekitar jam 9 pagi baru deh toko-tokonya di sepanjang lorong king ini buka dan rame.

Sampai saat ini lorong king masih berfungsi sebagai salah satu tempat tujuan belanja pernak-pernik dan makanan, kebanyakan sih makanan tradisional. 

Dan banyak pilihannya, mulai dari makanan cemilan biasa sampai makanan berat lainnya.

Yah itu tadi sedikit tulisan aku tentang lorong king, gak usah panjang kali lebar deh, siapa tau sahabat dari kota lain yang ingin berlibur ke Bandar Lampung bisa menyempatkan mampir dan nyicipin berbagai menu murah meriah dan juga enak disini. 

Gak pake lama, gak pake ribet, dan mahal. Juga gak perlu malu dan jaim-jaim deh disini, karena semua orang berbaur disini menjadi satu.



Salam santun





6 Februari 2019

BAHAGIA ITU TERNYATA SEDERHANA

6 Februari 2019

Bahagia Itu Ternyata Sederhana
Yups betul banget, ternyata bahagia itu sederhana, gak sesulit yang aku bayangin, gak mesti punya duit banyak atau harta seabreg, gak jaminan juga duit banyak bisa bikin hepi.

Punya duit banyak tapi hidup hampa dan kesepian, ga enak juga, mending biasa-biasa aja, gak kurang gak lebih, katanya segala sesuatu itu gak perlu berlebihan. Dan nggak semuanya melulu dinilai dengan materi. 

Emang kebahagiaan itu bisa dibeli ? Bisa tapi bo-ong.
Ya bisa juga sih kalo nekat, tetapi semu, cuman sementara, gak haqiqi, soalnya palsu, bahagia itu tumbuh dari dalam hati, bukan dari berlimpahnya materi, walau hidup perlu materi.

Duit emang perlu apalagi di jaman sekarang, semua pake duit, bayar parkir pake duit, pipis di tempat tertentu pake duit, makan, sakit , bayar ini itu -itu ini semua keluar duit, ampe maaf, meninggal dunia pun pake duit, ya gak sih.

Semua di hitung berdasar materi semata, tapi enggak selamanya ngejamin kalo bahagia itu melulu karena duit. Memang materi itu penyokong hidup. Tetapi orang yang pandai bersyukur itu bisa menerima kekurangannya, bukan justru mencari-cari kekurangan.

Harta berlimpah juga kalo selalu merasa gak cukup ya gak cukup aja, gak puas, kurang banyak, selalu meminta lebih dan gak pandai bersyukur.

Tapi kalau terbiasa hidup bersyukur, duit sedikit juga akan terasa cukup, tergantung orangnya juga sih. Boros apa enggak. Ya kalo ngerasa kurang terus ya emang hidup selalu begitu, gak pernah puas dan gak akan ada habisnya.

Udah deh tinggalin dulu masalah duit. Sekarang fokus ke ceritaku hari ini. Sebenarnya enggak ada yang istimewa sih, biasa aja, tapi kegiatanku hari ini udah bikin aku hepi bingits.

Tadi pagi sekitar jam 10 emang aku udah punya rencana untuk mengunjungi pasar  maaf bukan ke mall ya..walaupun lokasinya diseberang mall.
Sengaja emang dari rumah niatnya pingin ngeliat suasana berbeda.

Tadi aku memang sengaja bertemu dengan bapak tukang sol sepatu.
Namanya pak Hamami. Orangnya ternyata sangat ramah.
Padahal sebenarnya sih sendal yang aku pakai masih bagus dan enggak jebol samasekali.

Tetapi berhubung aku ngerasa perlu untuk sekedar tahu kehidupan orang-orang yang masih kurang beruntung, maka aku coba ngesolin sendal aku. Gak juga mahal, malahan murah banget.

Satu pasang sandal atau sepatu ternyata cuma dihargai Rp 10.000 saja. Jadilah aku tadi ngesol sendal aku ceritanya.

Aku tanya-tanya ternyata penghasilannya perhari hanya sekitaran Rp 100.000 saja, tapi enggak nentu juga katanya, tergantung pelanggan yang datang, kalau sehari lagi ramai bisa segitu, tapi kadang sehari cuma dapet duit sekitar Rp 40.000 saja. 

Alamak, kepingin mewek rasanya ngedenger si bapak cerita. Aku juga sempet nanya dimana beliau tinggal, ternyata masih disekitar pasar  ini saja.

Setiap hari berjalan kaki dan mangkalnya disekitar dibawah jembatan penyebrangan bambu kuning, ngemper dipinggiran toko berbaur dengan pedagang lainnya.

Raut wajah si bapak yang udah cukup tua enggak mematahkan semangat beliau buat nyari nafkah yang halal.

Ketika aku tanya sudah berapa lama beliau jadi tukang sol sepatu, jawabannya bikin aku terkagum-kagum karena si bapak sudah ngejalanin profesinya 20 tahun lebih, wow lama juga yah ternyata.

Aku tanya karena kepo sambil duduk ngemper juga di bangku kayu yang dia sediakan untuk pelanggan, dia cerita kalau punya tiga orang anak dan seorang cucu. Istrinya juga ngebantu dengan cara jualan gorengan, katanya sih buat nambah keperluan dapur.

Aku tanya, uang segitu cukup enggak pak...si bapak bilang ya dicukup-cukupin aja, dia bilang bersyukur masih bisa dapet rezeki yang halal. Nah itu yang bikin aku salut ama si bapak , masih bisa bersyukur walau serba kekurangan, itu point yang penting.

Ngejalanin pekerjaan yang kurang layak dan dianggap gak bermutu dijaman sekarang, tapi buktinya toh si bapak masih setia dengan profesinya, entah karena enggak ada keahlian lain selain sebagai seorang tukang sol sepatu. 

Aku juga sempet duduk berpanas-panas ria disamping si bapak, penasaran dengan ceritanya, aku tanya bahagia enggak pak... Dia bilang bersyukur aja sudah bikin dia hepi katanya.

Ternyata rasa bahagia orang yang kekurangan itu gak berlebihan dan meletup-letup seperti orang kebanyakan, yang kalo dapet duit segepok langsung kipas-kipas dan girangnya setengah mati.
Bahagianya mereka itu ternyata sederhana.

Kalo si bapak datar saja ngejawabnya, mungkin karena sudah biasa hidup susah dan kekurangan, jadi buat mereka mengalir begitu aja ngejalanin hidup...salut.

Selanjutnya aku juga sempet bertemu dengan seorang bapak penjual makanan ringan. Yang dijual juga enggak banyak. Aku liat mungkin cuma sekitar 20 bungkus makanan ringan saja di gerobak dorong yang seadanya.



Iya si bapak menjual kue gapit atau kue semprong. Kalo jaman dulu sering banget liat makanan yang udah tergolong langka ini.
Tapi kebetulan aku tadi sempet ketemu dengan si bapak penjualnya yang juga dagang ngemper dijalan.


Gengsi ? gak dong, justru aku hepi bisa beli makanan dari si bapak. Makan tu gengsi, nolong itu sekalian yang iklas, jangan karena malu beli makanan emperan, wong yang dijual juga bersih kok, juga ditutup plastik. Beli makanan di mall mah udah gak aneh.

Kalo di mall udah pasti adem, bersih, serba lengkap, sedang di emperan panas, riweh, tapi kalo bukan kita yang ngebantu mereka siapa lagi. 

Lagian setelah aku liat kemasannya rupanya adalah mitra binaan dari PTPN VII { Perkebunan Nusantara }, jadi jangan dulu bersu uzoon dulu yah, mungkin si bapak cuman kepingin ikut ngerasain nyari rezeki, walau cuman dapet seribu-dua ribu aja.

Jadi deh aku beli sebungkus saja, soalnya ukurannya lumayan besar dan isinya banyak. Harganya juga enggak mahal, cuma Rp 20.000 aja.

Wow hari gini masih ada juga yang jual makanan dengan harga segitu. Si bapak sepertinya hepi banget karena dagangannya udah ada yang laku.

Saat aku bayar pun si bapak ngucapin bilang terima kasih berkali-kali dan sambil bilang ke aku hati-hati ya mbak ?

Wow dapet perhatian dari orang kecil seperti itu aku rasanya seneng banget, ngebantu gak juga mesti memberi ikan langsung, tetapi memberi umpannya. Pokoknya bahagia itu ternyata sederhana aja sih, nothing to lose.
  

Bukan karena sekedar kasihan saja mereka toh cari uang dengan bekerja, jadi kita gak cuma sekedar ngasih duit begitu aja, mereka juga belum tentu mau terima. Toh mereka juga berdagang, ada yang dijual. Gak cuman pasrah aja, mereka tetep berjuang.

Terakhir sebelum pulang, aku juga sempet bertemu dengan sepasang suami istri yang ngamen di sekitar pasar tradisional tadi.
Suaminya buta dan sambil membawa salon yang udah cukup usang.

Sedang sang istri membantu berjalan didepannya sambil menyanyi.
Pemandangan seperti ini emang lazim terlihat. Tapi minimal mereka sudah berusaha cari nafkah yang halal.

Enggak sekedar meminta belas kasihan orang yang lewat. Dari pada jadi pemalak atau nyopet gak karuan, mending  begitu, nyari duit yang halal sambil ngamen, sama pasangannya sendiri lagi, so sweet banget deh dan terharu ngeliatnya.

Jadi buat aku jelas ngebuka mata dan hati aku, kalau bahagia itu tergantung kita yang ngejalanin. Gak musti berlimpah harta, dengan membeli jualan mereka  itu udah ikut membantu mereka juga. 

Dan melihat orang-orang yang kekurangan justru ngebuat aku bersyukur, karena hidupku masih jauh lebih beruntung dibanding mereka.

Baca     Kamu Blogger ? Yakin..
Baca     Bad Mood ? Lakukan 7 Cara Ini
Baca     Tanda si dia bukan milik kamu

Jadi itu yang bikin aku hepi karena bertemu dengan tiga orang dengan profesi yang berbeda, mencari nafkah yang halal buat keluarga mereka. Dan ketiganya serba kekurangan.

Semoga saja masih banyak orang -orang diluar sana yang bisa membantu menyisihkan sedikit harta benda mereka buat ngebantu saudara-saudara kita yang masih kekurangan, dengan memberi enggak akan membuat harta kita berkurang, justru akan dilipat gandakan, dan aku yakin banget itu . Bahagia itu ternyata sederhana.


Salam santun.