1 Maret 2019

NGEBACA SEDIKIT TERGANGGU KARENA IKLAN

1 maret 2019

NGEBACA  SEDIKIT  TERGANGGU
KARENA  IKLAN


mood baca terganggu karena iklan



Apakah saya terlalu lebay ? Seringkali ketika  sedang asik berselancar di media online, entah itu sekedar mencari bacaan ringan atau bahkan berita yang lumayan sedang hangat-hangatnya, terkendala dengan beberapa iklan yang kadang cukup menganggu, dan bagi saya itu cukup menjengkelkan. Kira-kira saya di timpukin gak kalo nulis artikel ini, rada takut juga sih hi hi, tapi namanya berpendapat boleh kan- boleh dong.

Niat hati ingin bersantai sambil membuka dan berselancar mencari berita yang sedang hangat-hangatnya, langsung terkendala dengan beberapa iklan yang bersliweran di beberapa tempat.

Tidak tanggung-tanggung jumlah iklan juga cukup banyak, dan letaknya juga terkadang cukup mengganggu pemandangan. Hei yang namanya media online dari jaman dulu sampai sekarang ya sudah pasti ketemu yang namanya iklan, so apa susahnya sih ? Di tv juga banyak bertaburan iklan, kenapa dipermasalahkan.

Niatan membaca jadi kehilangan selera begitu  saya mengklik berita ataupun artikel yang kadang membuat saya cukup penasaran kepingin tahu beritanya.

Yah ukuran iklan yang cukup bervariasi, dari yang kecil nyempil di atas atau dibawah sih memang enggak terlalu mengganggu, namun letak iklan yang lumayan besar, bahkan terkadang terlalu besar ukurannya malahan menutupi artikel yang sedang saya baca, biasanya iklan pop up gitu.

Bagi saya itu lumayan menganggu dan menjengkelkan. Sudah waktu terkadang terbuang percuma dengan mengklik iklan yang seabreg-abreg bersliweran bulak-balik, juga menghabiskan kuota internet saja.

Baca   Pertemanan Di Dunia Maya Murni Nggak Sih
Kok saya jadi sibuk sendiri bulak-balik mengklik iklan yang menutupi layar artikelnya atau saya sendiri yang kelewat lebay.

Padahal artikel yang dibaca lumayan menarik perhatian, lebih parah dan bikin kesal lagi, ketika belum tuntas membaca, tuh sepertinya iklan entah sengaja atau tidak menggiring ke laman yang baru, dan tanpa sengaja kita klik, dan yang keluar itu lagi- itu lagi, kalau nggak jualan obat atau jualan apalah.

Lebih parahnya lagi ketika selesai membaca artikel, saya berniat menutupnya dan memencet tombol kembali di layar handphone saya dengan tanda panah dikanan bawah , bukannnya kembali ke home, bahkan saya digiring dengan iklan atau apalah bentuknya saya kurang mengerti , yang keluar adalah gambar-gambar gak jelas dan gak senonoh.

Mungkin dikira saya berselancar ke situs-situs nggak jelas itu, no way.
Itu sudah cukup bikin saya kesal, sudah waktu terbuang, kuota internet terkuras, tapi artikel yang saya baca gak memuaskan karena kendala diatas yang cukup menganggu.

Memang tidak dapat disalahkan, namanya media online sudah pasti akan selalu berhubungan dengan yang namanya iklan, entah apapun itu bentuknya, dan itu merupakan kerja sama antara si pemasang iklan dengan media tersebut.

Begitu juga dengan beberapa blog yang sempat saya baca, tidak bisa juga disalahkan jika si empunya blog menaruh atau memasang iklan di blog mereka.

Wong blog-blog mereka sendiri, masak saya yang protes.
Kalo enggak mau terganggu iklan, yah monggo silahkan saya mundur diri saja.

Tapi bagaimana jika blog yang saya kunjungi itu cukup menarik artikelnya dan saya kepingin membacanya ?
Jadi mau nggak mau saya tetap membacanya sambil ikutan ngeklik iklan yang menutupi sebagian artikel.

Yah hitung-hitung sebagai timbal balik atau ucapan terima kasih saya karena disatu sisi saya mendapatkan manfaat dari artikel yang di tulis.Tapi biasanya kalo iklan di google sih gak terlalu ganggu amat yah, masih dalam taraf yang wajar dan ukurannya juga gak terlalu makan layar .

Yah anggap saja seperti simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Jadi sekarang kegiatan baru saya selain ngebaca blog atau artikel ya mencet-mencet iklan aja, berfikir positif dan berbagi rejeki aja... looh kok. 

Bagi saya yang sampai saat ini masih bertahan untuk belum menaruh atau memasang iklan di blog saya pribadi bukan tanpa alasan, bukan juga saya sok idealis, selain itu tulisan saya juga masih banyak banget yang harus saya koreksi dan belum terlihat signifikan...bah bahasanya ketinggian yak.

Seperti sudah saya tulis diatas, saya sedikit terganggu saja dengan jumlah iklan yang seabreg menutupi artikelnya sendiri sampai tidak ada lagi space yang tersisa, seperti iklan pop up yang kebanyakan ada di medol alias media online. 

Bukankah kenyamanan pembaca juga sama pentingnya dan niatan kita menulis juga ingin trafiknya banyak dikunjungi bukan ? 

Bahkan sudah sering kita dengar dan baca, betapa kecewa dan lamanya untuk mendapatkan hasil dari iklan tersebut, tidak segampang kita membalik telapak tangan.

Mungkin dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil dari mengklik iklan di blog anda. Tergantung juga dengan jumlah pengunjung anda. 

Jika perhari lumayan banyak, apakah iya, dari semua pengunjung blog anda benar-benar mengklik iklan yang terpasang.

Kemungkinan dari jumlah pengunjung yang datang perbandingan yang mengklik ikan juga tidak sebanding dengan iklan yang ditampilkan.

Ini cuma pendapat saya pribadi saja, tidak ada niatan menjatuhkan sama sekali.

Takutnya fokus hanya mendapatkan iklan tanpa menampilkan konten yang berkualitas terutama buat yang baru mulai ngeblog semingu dua minggu. Kalau bisa keduanya sih Alhamdullilah, saya juga ikut senang karena ini nggak mudah.

Menurut saya pribadi sih seiring berjalannya waktu, konten atau artikel yang menarik sudah pasti akan dikunjungi  dan menarik minat pembaca untuk datang lagi dan lagi. Terutama konten yang mengulas tutorial apapun itu, tips and trik, review, travel dan sebagainya.

Bagi saya bijaklah untuk menaruh iklan, kenyamanan pembaca juga perlu diperhatikan agar pengunjung anda tidak lari ke media  atau blog lain yang lebih simpel dan menarik untuk dibaca.

Walaupun tetap ada iklannya, namun tetap bijak untuk menampilkan dan menaruh iklan, sehingga pembaca akan tetap datang dan setia mengunjungi blog anda.

Setidaknya kenyamanan pembaca anda tidak terganggu dengan jumlah iklan dan ukuran iklan yang terlampau berlebihan sehingga kadang menutupi artikel itu sendiri.

Selamat menulis artikel yang bermanfaat. Saya mohon maaf apabila tulisan saya cukup menganggu, kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan ada pada diri saya, sukses selalu.



Salam santun

36 komentar:

  1. Sebenarnya ada sih etika menaruh iklan yang baik. sehingga tetap ada iklan tanpa mengganggu kita dalam membaca tulisan di satu blog. Ya karena dari iklan juga pemilik blog mendapatkan uang recehannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul bagt tu... Iklan mmg membantu buat cr penghasilan tambahan... Cm hrs ttp bijak menaruh iklan sebaiknya seperti apa... Shg pembaca jg puas

      Hapus
  2. setuju mbk.. sbnernya iklan yang pop up itu yang paling mengganggu.. bru scroll kebawah dikit eh main buka tab baru aja hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya btl bgt... Apalg yg guedee banget... Duh nutupin artikel yg mau kita baca... Ganggu banget... Tp disatu sisi kasian jg ama yg psng iklan ky temen"

      Hapus
  3. Kalau iklan dari adssense menurut saya gak terlalu mengganggu. Karena palingan cuma ada di bawah artikel..

    Yg mengganggu itu iklan pop up yg selalu bikin jengkel..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas btl bgt... Dh gede. Dn kdng nutupin swbagian artikel yg kita baca..itu yg sering bwt kesel... Kl adsense sih emg gak trlalu yah...tjx sdh mampir πŸ™πŸ™

      Hapus
  4. Ada benarnya juga sih mbak. Saya juga suka risih kalau ketemu iklan bejibun di blog orang lain. Gak nyaman banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya hi hi. Baca jd gak nyaman yah... Tp kasian jg sm temen" yg lg berusaha berjuang di adsense... Thx sdh komen dan berkunjung πŸ™πŸ™

      Hapus
  5. Wah.. blog saya asa gak ya iklan yg mengganggu artikel.., kayak nya gak ada deh.. soal nya saya gak pasang iklan begituan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah sebetulnya masang iklan jg gak dilarang sih mas... Cm kl iklan udh kebanyakan sk ggu jg jadinya hi hi 😁

      Hapus
  6. Betul Kali, Saya kadang suka jengkel Dan marah2 sendiri, mau pencet next eh malah lari ke iklan.

    Ya, tapi mereka kan Cari receh mbak. Hihi.
    Kalo aku blog seumur jagung iklan aku tempatkan sesuai rekomendasi penyedia iklan.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup betul bgt... Yg ganggu itu kl iklan segede2 layarr hp nya jd ketutup ama iklan semua... Sampe artikelnya gak kliatan... Kl msh dikit dan kecil sih is oke aja 😁

      Hapus
  7. mungkin penempatannya yang berlebihan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naj itu yg kadang ggu bgt... Kebanyakan jg iya... πŸ˜€

      Hapus
  8. betul bu. Lagi seru2 baca, eh ketutupan iklan. Niat mau diclosed, malah jd linked ke iklan. Jd ganggu. Padahal iklannya gak dibaca juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wk wk wk bu Mindha akhirnya nongol juga setelah lama menghilang dari peredaran, iyo ndut sering sebel kalo lagi baca gak tau iklan numpuk dan bejibun, jadi ilang selera...

      Hapus
  9. Saya lihat banyak blog yang iklannya menutupi konten sepenuhnya. Termasuk yang main fb ads. Domainnya masih blogspot dan kalau ketemu blog yang iklannya menutupi konten langsung kabur saya πŸ˜‚.

    Kalau di blog saya mbak, gimana? Mengganggu tidak? πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdullilah kl di blog tahu post kebeneran msh wajar" aja sih.. Kl yg segede" alaihim itu yg kdng bikin sedikit kesel and empet. 😁😁

      Hapus
  10. Ada betulnya sih mbak, karena si penulis sudah berusaha menulis.. Jadinya membutuhkan iklan agar blog-nya tetap hidup.. Tapi kalau gitu terus biasanya pembacanya risih yang akhirnya membuat dia malas kembali ke blog tersebut kecuali kalau lagi ada kebutuhan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho oh tul bgttt. Tdnya semanget mo baca... Jd agak gmn gitu.... Tp ga bs disalahin jg sih... Namanya mmg jalannya gitu πŸ˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      Hapus
  11. Mungkin sebagian besar merasa terganggu pada iklan yg float atau pop up gitu, demikian juga saya. Tapi kita mesti terima saja apa adanya. Iklankan untuk membayar jasa tulisnya. Contoh situs penyedia film, tidak banyak untunglah jika iklannya sedikit, padahal mereka sudah mengeluarkan biaya untuk mengupload item bergiga-giga ukurannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul jg sih mas... Makanya sy jg kdng gak enak ati mo nulis ini... Takutnya agak gmn gitu.. Satu sisi jg namanya org memang cari pendapatan dr situ. Thx atas comentnya yg bijaksana yah πŸ˜ŠπŸ™πŸ™

      Hapus
    2. nulis aja gapapa sih, kan ini curhatan pengunjung situs dan jadi masukan buat pemilik situs (untuk diatur tata letaknya mungkin)

      Hapus
    3. Okeeh mass tangkiyu πŸ˜ŠπŸ™

      Hapus
    4. Ho oj siip πŸ˜πŸ‘πŸ‘

      Hapus
  12. Kalau saya...dulu sempat pasang iklan Adsense. Tapi setelah dipasang lah kok jadi jelek tampilan blog saya. Rungsep dan nggak rapi.

    Jadi sekarang saya udah komitmen nggak pasang iklan di blog.

    Saya sih mikirnya simpel aja. Orang datang ke blog buat baca, bukan klik iklan toh. Jadi, kenapa kita menjejali mereka dengan sesuatu yang nggak mereka cari?

    Apa bijak yang seperti itu?

    Tapi...ya itu kan saya. Seperti yang mbak Heni bilang, semua orang punya pilihannya masing-masing. Mau pasang iklan atau nggak pasang. Silahkan saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mass... Sy jg sk agak kesel gt... Tapi namanya media online ato blog pasti ntar ada tujuannya lah gak bs di pungkiri namanya aja kerja dan cr penghasilan... Apa lg buat temen2 yn udh pasang iklan. Jd gak enak jg saya... Yah saling membutuhkan aja lah mungkin yng paling baik... Thx kunjungannya mas ke blog sy yg seadanya ni πŸ˜ŠπŸ™πŸ™

      Hapus
  13. wkt itu pernah baca blog, yg pop up iklannya lumayan ganggu.. trus udh di klik silang, tp kok ya malah masuk ke laman web yg kayak virus.. aku lgs matiin semua termasuk blognya. males jdnya dtgin lg. untungnya ga banyak yg aku temuin begitu. kalopun ada blog yg pake iklan tp msh ga ganggu pemasangannya.. aku msh lah baca yg gitu.. :)

    aku sendiri blm tertarik pake ads ato iklan di blog sndiri.. kayaknya msh pgn blog ttp pure hanya utk share tulisan, tnpa dipenuhi iklan dan lain2nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Fanny kdng yg h
      Ganhgu itu kl iklan yg guede ukurannya itu... Kdng kl lg apes sk ke bawa iklan atau keklik ke laman baru dn gak bs keluar... Mljhan keluar gbrv maaf porno gt... Hadehhh cape dehh.. Thx ya mba dh mampir. πŸ˜ŠπŸ™πŸ™

      .

      Hapus
  14. blog aku ngga ngeganggu kan iklannya :')

    memang bener sih, kebanyakan media online itu iklannya bejibun ngga ketulungan. malah bikin ilfeel, masa iya tulisan artikelnya ketutup iklan yang gabisa di ilangin...

    tapi yang paling bikin ilfeel lagi blog yang tidak bertanggung jawab mengcopy paste postingan bulet bulet tanpa sumber XD kejadian di blog aku, postinganku di copypaste semuanya sama blog aneh. gile orang udah cape cape ngetik panjang nyari ide malah dicopy hmmmm..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak... Msh dalam taraf aman dan terkendali tu iklannya di blogmu.. Lanjutkan 😁😁Aman ..aja lah... Iya udh cape nulis enak aja di copy paste... Emang dsr amsionng. Kl sy mah aman soalnya blog gak faedah gini siapa jg yg mo nyolong πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  15. wah kalo ada 10 orang aja yang tiap hari kayak mbak henni yang mau ngeklik iklan dari si empunya blog saya rasa secara gak langsung si bloggernya jadi kayak dapat gift gituh yah hehehhehehe,
    langkah yang bagus mbak saya suka. bahkan kalo ada gerakan membaca dan klik iklannya mungkin bisa saling menguntungkan satu sama lainnya antar blogger. segera pasang iklan mbak heni saya berusaha jadi orang yang pertama buat klik iklan mbak henni tiap kali posting tulisannya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya thx U mba julia ntar kl sy pasang iklam mna Julia yg dpt giliran ngeklik yg pertama
      Sempet kesel tp namanya sama" butuh yah klik aja deh 😁😁

      Hapus
    2. Iya thx U mba julia ntar kl sy pasang iklam mna Julia yg dpt giliran ngeklik yg pertama
      Sempet kesel tp namanya sama" butuh yah klik aja deh 😁😁

      Hapus
    3. Iya thx U mba julia ntar kl sy pasang iklam mna Julia yg dpt giliran ngeklik yg pertama
      Sempet kesel tp namanya sama" butuh yah klik aja deh 😁😁

      Hapus