PASAR TRADISIONAL RIWAYATMU KINI

8 Februari 2019

PASAR TRADISIONAL RIWAYATMU KINI

Di kotaku Bandar Lampung, ada beberapa pasar tradisional yang lumayan besar dan ramai. Geliat ekonomi di sana sepertinya nggak pernah berhenti berputar. Emang sih yang namanya pasar tradisional di negara kita cenderung agak lembab  dan terkesan kumuh yah walau gak semuanya sih, gak bisa dipungkiri.
pasar tradisional
pasar pasir gintung
Ada beberapa pasar tradisional ditempatku seperti pasar bambu kuning , pasar pasir gintung dan pasar smep dan beberapa lainnya. Kalau pasar bambu kuning yah agak mendinglah, soalnya sudah ada gedungnya.

Lokasi ketiga pasar ini jaraknya cukup berdekatan, alias masih satu lokasi gitu deh, mungkin sekitar lima ratus meter aja jarak ketiganya.


Tapi kedua pasar yakni pasar pasir gintung dan pasar smep itu lumayan kumuh dan semrawut. Mulai dari yang gelar dagangan di pinggir jalan sampai ke trotoar juga. Pokoke semrawut deh gak karuan.
pasar smep sementara

Tapi aku sempet ambil foto gambar gereja yang lokasinya ada disekitar pasar ini. Lumayan bagus dan bersih. Mohon maaf jika foto-foto yang kuambil kurang baik yah gambarnya. Maklum bukan fotografer profesional,hi hi, cuman sekedar pake handphone andalan aku sajaahhh pemirsaaah, dah kayak inces Syahrini lom temens hua ha hai.
gereja Marturia
Biasanya ada petugas satpol pp yang rutin ngecek lokasi buat ngatur -ngatur supaya agak tertib gitu. Tapi nggak berapa lama ya balik ke awal lagi .

Belum lagi semrawutnya angkot-angkot dengan berbagai jurusan karena melewati rute yang sama. Ditambah ngetemnya ojek tradisional dan kendaraan lain yang lalu lalang di sepanjang jalan, nambah macet dan riweh. 

Gak sepenuhnya juga bisa disalahin, soalnya mereka dulu ada tempat alias ada gedungnya, namun semenjak bangunan pasar di bongkar, akhirnya dengan terpaksa mereka berjualan dan menggelar dagangan mereka  seadanya.

Itu yang kadang bikin semrawut pasar tradisional. Sebenarnya para pedagang ini sudah ditampung dibedeng-bedeng seadanya. Namun bedeng-bedeng ini memakan badan jalan, sehingga mempersempit lalu lintas yang keluar masuk pasar tersebut.

Belum lagi bercampur baur jadi satu antara yang berjualan kebutuhan pokok sehari-hari seperti sayuran dengan penjual daging ayam potong dan sejenisnya.
Dilokasi yang sama juga berjualan pakaian dan peralatan rumah tangga.

Apalagi kalau udah masuk musim penghujan tambah bikin becek dan kumuh.
Terkadang sampah juga masih menumpuk di sepanjang pasar yang bikin ganggu pemandangan aja.

Mangkraknya bangunan pasar tradisional smep juga udah lumayan lama. Mungkin udah sekitar lima tahunan deh. Pasar yang tadinya menaungi ratusan lebih pedagang itu nggak jelas kapan akan dibangun lagi.

Yang ada tinggal tempat yang berkesan kumuh gak terawat, bahkan dulu sempat jadi kolam pemancingan, dan kini sudah banyak ditumbuhi tanaman eceng gondok yang memenuhi lokasi.
pasar smep yang mangkrak
Belum lagi lokasi jalan setapak yang menuju lokasi eks pasar smep tersebut sempit dan seadanya, karena bekas puing-puing yang tersisa, bahkan timbunan sampah yang menimbulkan bau busuk, wih pokoke gak banget deh.

Padahal aku masih ingat jaman dulu aku suka diajak ibu aku belanja makanan tradisional di pasar ini. Tapi itu dulu, sekarang keadaanya sudah jauh berbeda.

Memang dulu aku dengar sempat ada wacana untuk membangun kembali gedung yang baru, namun wacana tinggal wacana. Enggak jelas juga kelanjutannya.

Bahkan katanya orang-orang yang semestinya bertanggung jawab atas pembangunan pasar juga nggak jelas kemana rimbanya, menghilang gak ada kabar dan berita.

Sebenarnya lima tahun itu waktu yang cukup lama bagi pedagang tradisional untuk sekedar mengingat pahit manisnya kehidupan mereka disana.
Karena disanalah nadi perekonomian mereka.

Rasa lelah dan ketidak pastian membuat para pedagang sepertinya sudah pasrah saja menghadapi masalah pembangunan pasar yang tak kunjung selesai.
.
Janji-janji surga sepertinya bagai angin lalu saja. Janji tinggal janji, entah sampai kapan mangkraknya pasar tradisional ini akan segera berakhir.

Berharap sih ada jalan yang terbaik dari pemerintah setempat, sehingga para pedagang bisa mendapatkan solusinya dan mendapatkan kenyamanan untuk mencari rezeki yang halal untuk menafkahi keluarganya.

Aku sempat juga membaca di salah satu media elektronik yang ada ditempatku  yaitu harian Tribun Lampung, bahwa ada sedikit titik terang tentang kemungkinan akan dibangunnya kembali pasar smep di tahun ini.

Disitu di sebutkan bahwa bapak walikota Bandar Lampung sendiri Bp. Herman HN menjelaskan tentang akan segera dimulai kembali pembangunan pasar smep. Semoga saja hal itu bisa segera terwujud. Amiin.

Yups segini aja deh tulisan aku tentang pasar tradisonal sebagai orang awam dan sebagai warga biasa melihat perkembangan pasar tradisional di kotaku Bandar Lampung tercinta, semoga saja para pedagang yang ada di sini mulai memiliki tempat yang layak buat mereka mencari nafkah, semoga saja.



Salam santun




32 Responses to "PASAR TRADISIONAL RIWAYATMU KINI"

  1. Replies
    1. Iya betul banget mas.. Banyak mall" dan org lbh suka belanja ke mall ketimbang psr tradisional.. Thx yah 😊🙏

      Delete
  2. Kalau saya lebih suma keluar masuk pasar tradisional begitu ya.. meski terkesan kumuh dan kotor.
    Saya yg gak suka ke pasar2 mewah misal nya mall, super market atau lainnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama aja kok mas.. Meski becek dan kumuh. Sy jg hayok aja ke pasar trafisional.. Soalnya lbh lengkap dan seger.. Gt. Thx ya sdh berkunjung. 😊🙏

      Delete
  3. Waduh.. Baru sadar udah beberap tahun belom pernah lagi menginjakkan kaki ke pasar tradisional. Abis Nya di rumah mamang2 sayur selalu siap sedia. Pasarnya jauh sih, malesan hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak atuh mba kl ada mamang sayur msk kompleks jd gak ribet belanja... Sekali" biar ngerasa riweh dan keringetan mba hi hi 😂😓

      Delete
  4. pasar emg kumuh, tapi dikota saya masih rame banget meski banyak mall mall

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Sebetulnya dl teratur. Berhubung bangunan gak rampung" yah jd acak:ga karuan gt deh. Sementara bedeng jg gak cukuo utk nampung semua pedagang.

      Delete
  5. bener sih mba, pasar tradisional memang semakin tergerus sama yang modern, padahal disanalah sayur dan daging segar biasa berada, cuman memang perawatannya yang kurang dan kesan kotor nya itu yang bikin orang gak nyaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul bangrt mba.. Sayuran lbh seger dan murah.. Tp kl dah becek dan ujan kdng bikin kita malez yah. 😀

      Delete
  6. Sayang banget gedung pasar sebesar itu tapi kok ..., terlantar perawatannya ya ?.
    Sebenarnya kalau ditata ulang dan masing-masing dikelompokkan pedagang sesuai jenis yang dijual, tampilan pasar akan jadi lebih apik.
    Pedagang diluar pasar juga ditata tidak diperkenankan jualan disana. Wajib didalam pasar.

    Dikotaku pasar traditional ditata rapi, kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya dulu mereka jg menempati sebuah gedung yg ckp besar.. Ttp krn sdh tua..dibongkar.. Sedang pengembang gak tau kabur kemana. Gak jelas. Akhirnya yh begini ini.. Mereka trtlantar dan trrkesan acak"an..sedang bedeng yg dibuat terbatas.. Tp mudah2an th ini pbangunan gedung baru akan trrwujud. Thz mas sdh berkunjung 😊🙏

      Delete
  7. itulah ciri khas pasar tradisional indonesia, tempatnya belum bersih, semrawut dah harus rela becek-becek dikit. tata lapak yang asal saja, bercampur.

    ReplyDelete
  8. Iya betul bgt... Kadang gmn ngeliatnya..itu kebanyakan ciri pasar tradisional kita mesti gak semua sih... Tp mau gmn lg.
    Hrs ada pihak yg ikut andil

    Thx kunjungannya mas 😊🙏

    ReplyDelete
  9. Sebenarnya belanja di pasar tradisional itu menyenangkan loh 😘 Sayangnya di Indonesia janya segelintir pasar jenis ini bisa terbilang terawat, sisanya acakadul hehehe. Semoga pemerintah setempat cepat tanggap merealisasikan pasar yg bersih dan nyaman buat penjual dan pembeli aamiin.

    ReplyDelete
  10. Yap tul bgt mba... Emg pasar tradisional kt cenderung ke gitu walau gak semua sih... Smg aja kedepan emg lebih tertata jd pembeli jg betah belanja yg segar2. Thx yah mba Nurul. 😊

    ReplyDelete
  11. Saya malah lebih terkesan dengan pasar tradisional, meskipun di pandang kumuh tp rasanya lbh leluasa untuk apa saja,

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebetulnya kalau tertata rapih, orang akan lebih betah berbelanja di psr tradisional. karena lebih fresh, namun kesan becek dan kumuh sehingga orang enggan ke sana, semoga kedepan lebih tertata. thx sdh berkunjung.

      Delete
  12. bener juga, rata-rata di beberapa pasar di Indonesia seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap betul bgt pak.. Perlu ada penataan ulang sehingga pasar tradisional lbh rapi dan orang betah belanja dan berlama2 di sana krn hrg lebih murah dan sayur jg lbh segar..

      Delete
  13. nah itu malasnya ke pasar tradisional pdhl lebih lengkap tp krn semrawut dan kl hujan becek habis bikin bete

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi hi iya tu mba Tira tul bgt. Yg bikin mls krn riweh dan beceknya itu.. Semoga kedepannya pasar" tradisional akan lbh tertata.. Thx mba 😊🙏

      Delete
  14. pasar tradisional, pasar yang selama ini menghidupi eyang saya, alhamdulilah sih walaupun banyak bertebaran mall mall, pesona pasar tradisional selalu ada dihati masyarakat indonesia. Rasanya ada yang kurang kalo gak berbelanja di pasar tradisional.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya sy adlh salah sy yg suka blusukan ke pasar tradisional.. Bs tawar menawar hrg dan lbh fresh.. Thx mas Abeng

      Delete
  15. Dilema juga sih, saya liat banyak pasar modern dibangun, lebih rapi, lebih bersih, lebih teratur, tapi ga ada penjualnya ahhahaah

    Rata2 lebih suka ngumpul di pasar tumpah gitu, kayaknya sih kendala dari biaya sewa yang jadi lebih mahal dan berimbas dari harga jualan naik dan emak2 pada kabur cari yang lebih murah.

    Kalau menurut saya, sebaiknya dibangun pasar modern tapi sewanya janganlah terlalu mahal, biar emak2 semangat menawar hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi hi emang mak" maunya seperti itu ya mba Rey... Murah dan bs tawar menawar... Kl bs emng disediakan tempat ygvmemadai bwt para pedagang.. Sehingga ada rasa nyaman antarabke dua belah pihak... Thx mba Rey yg cantik dan super sibuk dh mampir 😊🙏🙏



      Delete
  16. di era milineal seperti sekarang ini. tampilan menarik lebih memikat dari pada muatannya. padahal, pasar tradisional menawarkan banyak hal. diantaranya, pembalajaran sosial, bisnis, dan emosional. Jadi, untuk menarik kembali minat pembeli mungkin tampilan pasar tradisional lebih dimake over sedemikian rupa namun tidak meninggalkan kesan tradisionalnya...... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul banget tuj.. Walau gmn pun yag namanya pasar tradisional lebih terikat komunikasi antara penjual dan pembeli... Tawar menawar harga sesuai dengan kebiasaan orang jaman dulu yg suka silaturahim dengan orang lain... Smg ada solusi yg baik 😊🙏

      Delete
  17. Kalau lihat pasar tradisional di Indonesia pasti mirip-mirip seperti pasar tradisional lampung yang kakak bahas dengan pasar tradisional di kotaku, Medan. Perbedaannya cuma logat bicaranya aja yang beda, sisanya mirip mulai lembab dan beceknya tanah disana, padat yang jualan hingga hiruk pikuk masyarakat saat belanja.. Semoga saja pasar tradisional negeri ini kembali bersih dan terawat agar memiliki ciri khas tersendiri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya barangkali ada benarnya juga ya, sebagian agak mirip gitu, becek dan kumuh, tetapi disana justru sering terjalin komunikasi antara penjual dan pembeli yang jarang kita dapati di pusat perbelanjaan modern, ada tawar menawar harga, semoga saja kedepannya lebih tertata, thx yah.

      Delete
  18. Kalau tidak segera dibenahi, lama lama orang akan menghindari pasar tradisional. Semoga pemda bisa segera membangun pasar tradisional yang betsih dan rapi sehingga orang orang bisa nyaman kembali untuk berjualan dan berbelanja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tul banget mas Putu... Orang sk malez brlanja kl kumuh dan becek. Biar hrg murah jg kl lingkungan gak mendukung suka males juga sih... Smg kedepan akan lebih baik dan trratur... Thx yah. 😊🙏

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel