WISATA EDUKASI MUSEUM LAMPUNG ( RUWA JURAI )

WISATA EDUKASI  MUSEUM LAMPUNG

februari 2019

wisata edukasi museum
Museum Lampung
Sekilas, 

Museum Negri Provinsi Lampung atau Ruwa Jurai bentuknya menggambarkan arsitektur tradisional Balai Adat Lampung (Sessat) yang disesuaikan dengan keperluan teknis museum.
Koleksi yang dipamerkan di museum ini merupakan semua jenis benda materil hasil budaya manusia ,alam, dan lingkungannya.

Koleksi yang ada di museum ini memiliki nilai bagi pembinaan dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.

Koleksi yang ada di Museum Lampung ini diklasifikasikan dalam sepuluh jenis, yaitu geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika dan keramologika ( sumber at Museum Lampung ).

Hai...tadi aku nyempetin diri jalan-jalan ke salah satu tempat yang cukup bersejarah yaitu Museum Lampung. Sudah beberapa hari ini kalo temens  sempet baca blog aku, kok isinya tentang kota ku terus yah. 

Iyalah soalnya aku memang warganya, dan sebagai warga yang baik gak ada salahnya dong  kalau aku  sekedar berbagi sedikit yang aku bisa , bukannya sok tau, ini murni cerita aku aja sih. lagian siapa tau apa yang aku tulis ini ada manfaatnya walau cuma sedikit.

Baca  Pantai Mutun Si Cantik Nan Menawan
Lanjut ke Museum Lampung, kalau mau ke tempat ini, jarak yang ditempuh dari pusat kota memakan waktu sekitar tiga puluh menit, tergantung macet atau enggak sih, kalau pake ojek online bisa lebih cepet dan ongkos juga gak mahal amat kok. Kalo pakai kendaraan umum bisa lebih lama, karena macet.

Baca  Ke Bali Aku Kembali
Baca  Jalan jalanku Ke Philipine Episode Satu
Tapi semenjak ada jalan layang lumayan mengurai kemacetan sih, soalnya bisa dilewati dua jalur atas dan bawah. Tergantung dari mana kita naik, jika kita berada di pusat kota Tanjung Karang hanya satu kali naik angkot dengan ongkos Rp 4000,- saja, sedangkan jika berangkat dari jalur yang berbeda bisa naik angkot dua kali, jadi ongkosnya dobel alias Rp .8000,-.

Harga tiket masuk ke Museum Lampung ini terbilang cukup murah, dengan hanya membayar Rp.4000,- saja per orang kita sudah bisa keliling museum dan ambil foto.

Jam berkunjung juga diatur dari hari senin sampai kamis pada jam 08-14 wib.
Jumat jam 08-10.30 wib dan sabtu-minggu jam 08-14 wib, sedang untuk hari libur nasional Museum Lampung ini tutup. 

Kenapa kalau yang namanya ke museum itu kesannya selalu serius dan tempatnya kesannya kaku yah, apalagi tipe museumnya yang rada formil tentang pengetahuan gini, tapi ya sudahlah namanya aja kepingin tauk, soalnya aku sendiri juga baru pertama kalinya ke sini, jadi ya harap maklum saja kalau  aku agak sedikit penasaran.
contoh rumah adat Lampung

Sebelum masuk ke Museum lampung dihalaman terdapat miniatur rumah adat Lampung yang berbentuk panggung. Biasanya jika dikampung masih ada tersisa bentuk rumah panggung ini, fungsinya pada jaman dahulu adalah untuk mencegah dari bahaya banjir dan juga mencegah dari serangan binatang buas .

Tadi aku sempet ambil beberapa foto walaupun hasilnya kurang bagus karena cahaya di dalam Museum Lampung ini gak begitu terang, memang kebanyakan museum yang aku kunjungi cahayanya agak redup gitu, gak tau kenapa mungkin memang sudah aturannya begitu kali yah.

Batuan lava



Foto ini aku ambil tadi, disitu tertulis bahwa bebatuan ini berasal dari letusan gunung krakatau pada 27 Agustus 1883 dan terjadi tsunami,dan semburan asap kelabu dan ribuan lava sebesar kerikil dilontarkan dari gunung krakatau yang membakar flora dan fauna serta rumah penduduk dengan jangkauan 300 km.

Jadi inget peristiwa desember 2018 kemarin deh, sempet terjadi tsunami karena erupsinya anak gunung krakatau, anaknya aja segitu dahsyatnya, apalagi induknya yah. Yang segitu aja sudah menimbulkan banyak korban jiwa baik di Banten maupun di lampung, gak kebayang jaman dulu..serem banget.


Aksara Lampung

Gambar diatas adalah huruf atau aksara Lampung, jaman aku sekolah dulu juga belajar aksara lampung ini, kalau dilihat sepintas seperti aksara Jawa, tapi artinya dan pengucapannya saja jauh berbeda. Dan itu diresmikan oleh gubernur Lampung bpk. Yasir Hadibroto pada Desember 1985, saat beliau masih menjabat sebagai gubernur Lampung.


Naskah kulit kayu

Adalah naskah kuno Lampung yang berasal dari tradisi sastra Indonesia kuno yang telah ada sebelum islam masuk ke Sumatra. Umumnya naskah kuno itu berisi syair mistik, cerita , mantra sihir dan naskah pengobatan yang berasal dari unsur pra islam dan islam yang terjalin erat.

Naskah kuno ini terbuat dari media kulit kayu , bambu dan tanduk. Didalamnya terdapat gambar yang merupakan rajah. Pada sisi A bersisi mantra tolak bala dan pengobatan, sedang pada sisi B berisi mantra kejahatan dan kekebalan tubuh. 

Bak mandi atau tempayan


Beralih ke gambar yang diatas, itu adalah tempayan. Di Lampung sendiri tempayan disebut dengan nama paseu. Fungsinya adalah sebagai bak mandi untuk berendam gadis Lampung ( mulei ) sebelum upacara akad nikah. Keramik dinasti Ching bermotif burung, tumbuhan dan bunga, yang berasal dari daerah Kedondong, Pesawaran Lampung.

Aku nggak kebayang deh kalau ternyata jaman dulu gadis-gadis lampung sebelum melaksanakan akad  nikah ternyata harus mandi dan berendam dulu didalamnya.

Yang aku liat di museum tadi sih tempayan ini lumayan besar, ukurannya hampir satu meter barangkali dan terlihat sangat kokoh dan tebal.
Barangkali kalau aku hidup dijaman itu, aku termasuk salah satu gadis / mulei yang ikutan mandi berendam juga , iya nggak sih.

Senjata tradisional lampung


Nah kalau foto yang diatas adalah senjata tradisional Lampung, sudah dikenal sejak jaman dahulu dalam kehidupan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, pertahanan diri dari ancaman luar. Selain itu senjata yang bernama "badik" ini memiliki makna religi dan simbolis. 


Bentuknya yang pipih melengkung dan runcing di ujungnya. Bagian hulu badik terbuat dari kayu yang disatukan dengan bilah dan diberi cincin sebagai penguat. Dan sarung badik terbuat juga dari kayu disesuaikan dengan bentuk bilah badik.

peralatan dari perunggu


Beralih ke kebudayaan perunggu yang dimulai pada masa perundagian, dikenal dengan kemahiran dalam teknik peleburan, pencampuran dan penuangan logam yang berlangsung sekitar 3000 SM hingga awal abad masehi.

Di Lampung ditemukan Nekara dan Bejana yang dibuat dengan teknik cetakan setangkup.
tengkorak manusia purba

Di Museum Lampung ini juga terdapat tengkorak manusia purba pada masanya yaitu phitecanthropus erectus, 1,7 juta tahun yang lalu, hingga dikenal nya tulisan  (prasasti ) Kutai dan prasasti Tarumanegara.

Masa prasejarah dihuni oleh homo erectus dan homo sapiens.

Di Indonesia sendiri ditemukan sebanyak 48 fosil manusia di Stabat Medan, pati ayam, Sangiran Solo, Sambung Macan Jawa Tengah, Perning Kedungbrubus, Trinil, Wajak jawa Timur, Gilimanuk Bali dan Flores Nusa Tenggara Timur.

Inget jaman sekolah dulu, pas SMA kebanyakan ngapalin sejarah maklum anak ips sih jadinya sedikit masih inget. Kalau ada temen yang agak jahil selalu dijuluki phitecantropus erectus, alias mirip si anu...taukkan maksudnya ?
kopi dan lada adalah komoditas lampung

Nah kalau di atas adalah gambar lada dan kopi, kalian tahu sendiri kan kalau Lampung memang terkenal dengan penghasil kopi dan ladanya. Dahulunya rute jalur Sutra Fa Hien, Marcopolo dan Cheng Ho melalui kawasan Selat Sunda dan Selat malaka telah memperkenalkan kepada dunia bahwa Lampung memiliki kopi dan lada yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Eropa dan china sebagai komoditas dagang dan kebutuhan primer.

Sebagai pencinta kopi aku lumayan bangga karena Lampung juga termasuk salah satu penghasil kopi, walaupun sekarang sudah banyak timbul pesaing-pesaing baru di bidang perkopian, tapi kopi luwak dari tempatku cukup terkenal loh dan harganya lumayan nguras kantong hi hi.

Sebetulnya fisi dan misi dari Museum Lampung sendiri adalah dalam rangka peningkatan sistemasi pelestarian dan perlindungan, pengembangan, fungsionalisasi dan penyimpanan dan pemanfaatan benda cagar dan budaya.
Wih panjang dan komplit banget fisi dan misinya.

Yup berhubung yang aku tulis udah kelewat panjang, aku yakin juga diantara kalian belum tentu suka baca tulisan yang panjang-panjang, termasuk aku hi hi.

Sebenernya sih kalo mau di runut masih banyak yang belum aku tuang semua ke dalam tulisan, tetapi berhubung aku juga ngerasa sudah cukup saja sampai disini, aku lelaaaah temans dan punggungku sudah mulai pegel.

Yah itu tadi sedikit.. sedikit apa banyak yah ...tulisan aku tentang cerita jalanku seharian, karena gak ada angin gak ada ujan aku iseng aja jalan sendiri ke  wisata edukasi Museum Lampung, semoga aja tulisan ini ada sedikit manfaatnya. 
Yang bermanfaat di ambil yang gak bermanfaat lupain aja, serius tapi santai apa santai tapi serius, peace aja deh biar gak boring bacanya.



Salam santun







10 Responses to "WISATA EDUKASI MUSEUM LAMPUNG ( RUWA JURAI )"

  1. Saya kok kebayang sama tempat mandinya ya hahahaha mungkin dulu digunakan sebagai pengganti bak mandi yang ada sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba.. Iya ya. Rada aneh gt jg sih... Berendem.. Kl skrg mungkin bathup kali ya mba hi hi 😁😁

      Delete
  2. lengkap sekali penjelasannya, dan saya suka banget sama warga lokal yang banyak menulis tentang daerahnya seperti mbak Heni jadi kalo mampir ke blog mbak Heni jadi kenal Lampung dari berbagai ikoniknya. oh ya mbak, untuk tiket masuk museum ini berapa ya?? apa museum ini menyediakan guide untuk turis dari luar daerah Lampung??

    ReplyDelete
  3. Wah di Lampung ternyata bisa macet juga, macam di Jakarta ya. Tapi beruntung sudah ada jalan layang dan ojek online ya, jadi sedikit terbantu deh. Kalo di Jakarta, Museum itu tutup hari Senin, aneh deh, tapi ternyata di Lampung museum malah buka di hari Senin.

    Ini bener-bener belajar sejarah banget ya, terutama kebudayaan Lampung plus pengetahuan umum lainnya.

    phitecantropus erectus mirip si anu siapa ya, penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thx mas sudah berkunjung ke blog aku yg amburadul. Iya kn hr Senin ntu mulai sgl aktifitas... Jd ttp cm hr mgg sm libur nasional aja.... Kl si anu yg mrp phitecantropus itu.... Mau tau apa mau tauk bangetttt 😂😂😁😁

      Delete
  4. musium nya kaya dengan benda benda sejarah ya mbak. cocok tempat anak anak belajar mengenal sejarah lokalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget mas... smg ada manfaatnya yah thx sdh berkunjung 😊🙏

      Delete
  5. Replies
    1. Ha ha baknya cuma cukup buat berendem sambil nekuk badan 😁😁

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel