8 April 2019

ROKOK VS BEDAK

8 April 2019

ROKOK VS BEDAK


Kalau mau dipilih-pilih antara rokok dan bedak, pastinya perempuan dan lelaki rada susah nentuin pilihan, iya enggak sih.
Gak mau rugi dong, eh tapi ini bukan masalah rugi atau untung, tapi ini masalah pilihan looh. Uups, tapi bukan pilihan yang ono yaah.
skincare
Ini masalah memilih berat mana bagi perempuan, apa buat beli bedak plus kerabat lainnya alias, lipstik, mascara,crem-crem, dll, ataukah bapak-bapak yang disuruh milih tetap merokok ataukah berhenti.
Keduanya pilihan yang cukup susah, iya enggak sih.

Keliatannya sepele, tetapi itu menyangkut hajat hidup buat perempuan dan lelaki, wk wk, kesannya serius banget yah.
Iyalah, buat sebagian perempuan yang namanya peralatan make up, sepertinya udah jadi kebutuhan yang gak bisa di ilangin gitu aja, hari gini gitu looh.

Kepingin wajah tetap terlihat cantik dan kinclong didepan pasangan, tapi biaya yang dikeluarkan gak sedikit loh ternyata.
Ya memang sih, gak selalu tiap bulan beli bedak dan lipstik, bisa beberapa bulan sekali, soalnya pastinya lebih awet.

Tapi yang namanya beli crem-crem wajah, gak bisa juga dianggap murah loh, walaupun mungkin belinya dua bulan sekali, karena biasanya crem-crem itu memang jatah habisnya sekitar dua bulanan.

Baca :

* Nobody's perfect
Metromini vs Kopaja
* Can we still be friends ?

Nah jatah buat beli crem saja beserta kawan-kawannya, sudah menghabiskan biaya , kalau dikalkulasikan saja sekitar Rp 400.000,- itu belum termasuk untuk biaya perawatan alias facial dan sejenisnya, juga jasa dokternya kemungkinan lebih dari segitu.

Du-duh ternyata untuk cantik itu nggak murah yah. Ya gak semua perempuan sih melakukan perawatan di klinik kecantikan, mungkin cukup hanya beli perawatan kecantikannya di toserba dan minimarket juga ada, kalau yang gak mau ribet.Tapi buat sebagian perempuan yang sudah terbiasa melakukan perawatan di klinik kecantikan rasanya gak cukup. 

Gak cuma perempuan aja sih, sekarang ini cowok-cowok juga sudah banyak yang melakukan perawatan kulit di klinik-klinik, apalagi dijaman sekarang , rasanya udah gak aneh lagi liat cowokers keluar masuk klinik perawatan kulit.
Buat menunjang penampilan perawatan sekaligus bikin tambah pede penampilan.

Baca :

* Titik itu bernama jenuh
* Wisata edukasi museum Lampung
* Lorong king gang yang ngeksis di Lampung

Kembali ke rokok, ternyata biaya ngerokok juga enggak bisa dibilang murah. Yah anggap saja harga satu bungkus rokok dengan merek tertentu semurah-murahnya Rp, 15.000 / bungkus atau sekitar Rp. 20.000 / bungkus.
rokok
Jika seseorang sehari-harinya merokok sekitar 5 batang rokok perharinya berarti perbungkus habis hanya sekitar 3 hari saja, karena biasanya dalam satu bungkus rokok ada sekitar 15 batang rokok.

Jika dikalkulasikan berarti jika seminggu sekitar dua bungkus rokok atau lebih, maka biaya yang dikelurkan adalah berkisar Rp.40.000,- / minggu dan sebulan sekitar Rp 160.000-200.000.

Memang sih lebih murah dibandingkan dengan biaya perawatan kecantikan perempuan. Tetapi ini bukan masalah lebih mahal atau lebih murahnya, ini perbandingan jumlah uang yang dikeluarkan perbulannya buat rokok dan perawatan kulit. Ternyata lumayan mahal juga yah.

Tapi kalau disuruh memilih apakah cowokers mau disuruh berhenti minimal mengurangi jatah merokoknya demi perempuan kira-kira mau enggak yah ?
Kayaknya sih sulit yah, apalagi jika sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun. 

Merokok itu buat cowok katanya seperti makan sayur tanpa garam, ada yang berasa kurang, mulutnya jadi asem, juga dengan merokok katanya bisa buat ngilangin kejenuhan dan mencari inspirasi, iya apa enggak yah ?
Biasanya sih gak cukup dengan ngerokok aja, sudah tentu ada kopi.

Apalagi kalau fikiran lagi suntuk, diomelin istri dirumah dan urusan kerjaan, merokok jadi jalan satu-satunya buat nenangin fikiran , katanya sih.

Gak gampang loh bagi lelaki untuk menyetop kebiasaan ini , walaupun sebetulnya mereka mau, apalagi demi kelurga tercinta.

Tapi bukan sebatas itu saja, suka mikir atau ngerasa enggak sih, kebiasaan yang satu ini gak cuman ngebahayain buat diri kamu sendiri, tetapi juga buat orang-orang disekitar kamu.

Enggak cuman buat diri kamu, tapi juga buat orang-orang kesayangan kamu, istri kamu, tapi anak-anak juga yang daya tahan tubuhnya lebih rentan terkena asap rokok. Kan tau sendiri, yang bahaya itu gak cuman si perokok aktifnya aja, tetapi perokok pasif juga sama bahayanya looh.

Apalagi saya sempet liat di medsos ada seorang bayi yang baru berumur sekitar satu bulan , meninggal dunia disebabkan asap rokok di dalam rumah setelah ada acara syukuran, kan biasanya selalu ada orang yang merokok sehabis acara. Enggak pandang tempat dan situasi, apakah ada anak -anak yang berusia rentan terkena asap rokok atau enggak disekitarnya.

Saya juga suka sebel dengan cowokers yang suka gak pandang tempat buat ngebul. Entah itu diangkot atau ditempat umum lainnya.

Saya pernah menutup hidung ketika sedang di angkot, entah karena merasa tersinggung atau enggak nyaman, tuh cowok bukannya mematikan rokoknya, malahan ngegas dan gak merasa bersalah dan bilang kalau aku sebaiknya disuruh naik mobil pribadi aja.

Duh empet aku, udah salah gak mau terima lagi, gak tau apa asepnya main klepus aja di muka penumpang yang berada didalam angkot, rambut dan bajuku jadi bauk tauk...

Kalo aku sih bukan masalah iklan rokok atau tenaga kerjanya jika pabrik rokok ditutup, soalnya itu pasti bakalan ninggalin masalah baru atau dilema, ujung-ujungnya pasti tenaga kerja dan devisa.

Kalau itu sudah meleber jauh, aku cuman sekedar prihatin aja dengan sikap cowokers yang suka menganggap remeh dan gak pandang tempat, itu aja sih.

Buat perempuan juga, gak salah sih mau tetep terlihat cantik didepan pasangan, tapi selama biaya yang dikeluarkan gak terlalu besar, apalagi jika hanya mengandalkan gaji suami saja, rasanya sayang banget yah. Kecuali jika si perempuannya memang juga berpenghasilan sih gak terlalu masalah.

Tapi biasanya buat perempuan uangmu adalah uangku, dan uangku ya tetep uangku wk wk...gitu sih katanya.

Jadi bisa ditarik kesimpulan, bahwa ternyata biaya yang dikeluarkan sebuah keluarga perbulannya untuk kedua hal itu saja sudah lumayan menguras kantong yah, belum lagi biaya-biaya lainnya yang menjadi kebutuhan primer dan sekunder. 

Ini sekedar berbagi tulisan saja, gak bermaksud menghakimi atau saling menyalahkan, soalnya saya juga sebagai perempuan masih juga sering beli ini dan itu buat perawatan di klinik, syukurnya sih suami saya enggak merokok, jadinya rumah aman dan nyaman dari kepulan asap rokok.

Saya juga sebagai perempuan kepinginnya tetap terlihat bersih dan terawat, namun saya juga harus memikirkan biaya yang harus dikeluarkan perbulannya untuk perawatan, karena masih banyak yang harus saya bagi post-postnya, minimal setelah membagi kedalam beberapa post dan tabungan baru deh selebihnya bisa saya gunakan buat perawatan, walau gak harus mahal.

Diatas tadi adalah ulasan saya tentang harga yang harus dikeluarkan oleh sebuah keluarga perbulannya tentang rokok vs bedak, ternyata enggak murah dan itu jadi renungan buat saya, bahwa sudah sebaiknya saya mengurangi belanja-belanja yang gak penting, harus bisa menghemat dan mengatur keuangan. 

Jangan karena sebungkus rokok dan bedak, keuangan kita jadi terganggu dan timbul cekcok, karena perempuan biasanya hanya menyalahkan lelaki saja untuk masalah rokok.

Sedangkan dia sendiri enggak mau kalau disuruh mengurangi jatah beli alat kecantikan yang jauh lebih mahal. Merawat kecantikan itu juga perlu selama biaya yang dikeluarkan masih masuk akal. 

Masih banyak keperluan  lain yang lebih penting dari sekedar mempercantik wajah dan sekedar mengepulkan asap rokok.


Salam santun






22 komentar:

  1. Bingung mau komen apa Mbak. Hehehe. Soale perokok berat dan kenikmat kopi.

    Tp sy sendiri sangat mengerti dan paham di mana boleh dan tdk boleh merokok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh maaf ya pak.. Gak tau kl penikmat rokok dan kopi... Yah ini sekedar pendapat sy sj sih... Gak jg ngelarang.. Cm lihat sikon dan tempat aja sih... Thx ya pak πŸ˜πŸ™

      Hapus
  2. wah ..komparasinya sulit ….

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ms Tanza.... Pilihan yg ssh buat perempuan dn lelaki.. He he antar rokok dn bedak... Tp ini sekedar pendapat sy aja sih... Thx dh mampir πŸ˜ŠπŸ™

      Hapus
  3. suami kalau di angkot apalagi tempat yang memang gak etis buat ngerokok dia gak bakalan mau. Kalau di rumah iya ngerokok itupun pilihannya dua di teras apa di kamar. Karena kalau di ruang keluarga gak berani apalagi anak gadis itu punya riwayat penyakit sesak napas (tp bukan asma).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu mba... Gak ngelarang ngerokoknya asal liat" tempatnya aja sih... Jgn di tpt umum ky angkot. Dah sempit pk ada yg klepas klepus asep rokok. Itu yg bkn empet 😐😐

      Hapus
  4. Hahahah.... ngak nyangka pembahasan rokok jadi melebar kesini, saya ngak bisa koment panjang lebar nich....ntar rusuh antara rokok vs bedak, hahahah..... peace...***

    BalasHapus
    Balasan
    1. wk wk, iya nih ngebahas rokok jadinya mbeleber ke bedak segala,, gak mau kalah nih emak'nya...btw sebetulnya mah gak mslh sih cmn liat tempat'nya aja....sy jg peace aja lah dari pada di gebukin bapak'nya hi hi...

      Hapus
    2. kayaknya rokok dan bedak harus genjatan senjata yach...biar adem...hahaha...

      Hapus
    3. Yups peace 😁😁

      Hapus
  5. Mendingan beli kecantikan buat istri, dari pada buat beli rokok yang tak sadar rokok itu penyakitnya kita bagikan ke orang-orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups betul bgt.. Yng sayank istri. Biar tmbh cantik dn nyenengin pasangan yah πŸ˜€ thx dh berkunjung πŸ˜ŠπŸ™

      Hapus
  6. dulu aku termasuk perokok mba, sebelum nikah ama suami yaaa. tp biar gitu, aku ngertinutk ga merokok di tempat umum. biasanya ya diruangan smoking room di gedung tempat aku kerja. disediain soalnya tempat khusus.tp biar perokok, aku jg yg perhatian banget ama perawatan wajah. bertolak belakang kan. sampe akhirnya ketemu suami, trus dia kinta aku berhenti, dan kmudian aku dpt foto wanita seumurku yg kulitnya udh keriput hanya krn rokok. Gosh, di situ lgs takut sih :p.

    ga pgn banget kulitku seperti itu. lgs mutusin utk berhenti ngerokok. tiap kali keinginan itu dtg, aku pandangin kg tuh foto, biar makin serem hahahahah. krn memang biaya utk rokok dan skin care perbulan itu ga muraaah hahahaha.. Untungnya selama ini gajiku 100% aku gunain utk pribadi, krn menurut suami itu slma dia msh mampu membiayai rumah tangga dan semuanya, gajiku berhak aku pake sendiri. yo wislah, lumayan utk menyuplai skin care yg skr ini ngalahin umr jakarta :p.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba salam kenal yaah.. Alhamddulliilah kl dh b_ berhenti merokok... Mmg ga gampang yahh apalgi jk udh kelamaan... Yg ptg niatnya ya mbaa.. Syukurnya suami jg sabarrrr... Iya aku jg prnh liat kulit wanita yg rusak krn merokok.... Btw mmg biaya perawatan wjh ga murah yaah... Namanya perempuan pinginnya ttp kalihtan cantik didepan pasangan dn jg buat diri sendiri yaaah... Perawatn di klinik kecantikan dn obat"crem dll mmg lmyn mehoong. Syukur dpt suami yg bs menuhin kebutuhan istri... Ssh loh dpt suami yg model gitu mbaa... Bersyukur aja mbanya... Thx mba sudh mampir ke blog aku. πŸ˜ŠπŸ™

      Hapus
  7. saya nggak ngerokok mbak... kalau buat anak istri ya nomor satu, bapaknya kalau semua sudah tercukupi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdullilah kl g ngerokok... Rumah aman dn nyaman dr asep rokok... Yah anak dn istri jd no satu. ..dan bpknya ngalah yah... Yg ptg semua terpenuhi.. 😊😊

      Hapus
  8. Ngakak baca yang cowok keluar masuk klinik perawatan kulit πŸ˜‚. Semakin maju peradaban, jiwa laki-laki kok semakin mundur (bagi beberapa orang).

    Dan gua orangnya bukan perokok walau sempat waktu masih SD pernah ngerokok pakai kertas dan ranting pohon cengkeh :v.

    Sebagai anak kost alangkah baiknya tidak merokok. Satu bungkus rokok paling murah 7k. Itu sudah sari nasi kuning ditambah 4 air minum dalam kemasan (gelas) :v. Kenyang gua, coba kalau uangnya dipake beli rokok, cuma kenyang karena angin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup emg jaman sekarang gak cm perempuan yg melakukan perawatan... Cowok" jg udh bnyk loh... Cmn mmg ga seheboh prempuan... Biasanya yg standar" aja... Buat perawatan aja kali 😁 kalo bisa sih emg jgn sampe ngerokok.. Apa lg kl cm buat Ikut"ato gaya" an.. Kasian duit dibakar" πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  9. Tapii kalau udah berat sehari 1 gak cukup tuh ahahah, dan pengeluaran cepat habis tetep di rokok :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha susah yah mas mau ngurangin jth ngerokoknya... Rokok abis duit jg ikutan abis 😁😁thx sdh mampir.

      Hapus
  10. Gak sama!!!! wakakakakka..

    Rokok dan bedak amat sangat beda dong.
    Kalau bedak, mau istri ngabisin duit berapapun, ujung2nya kan dinikmati ama suami juga.
    Siapa sih yang gak hepi punya istri kulitnya terawat, wangi, kalau diajak ke mana-mana ketemu temen bangga, karena istrinya terawat.

    Main ke rumah mertua juga bangga, karena bisa nunjukin ke mertua, kalau suami bener2 bertanggung jawab bisa memenuhi dan mambahagiakan istrinya.

    Nah kalau rokok?
    Enak di suami, gak enak di istri anak dan semuanya dong.

    sebagai duta anti rokok (*tsaaahhhh ngaku2 wakakakak) SAYA MENOLAK BEDAK DISANDINGKAN AMA ROKOK wkwkwkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkbwk wk... Hi hi iya...emg gak sama mna Rey... Ini bukan disamain.. Cuman ngebandingin aja... Kl mo pilih mah emang kita selaku perempuan mah kepinginnya perawatan paripurna.. Apa daya kalo kwuangan ga mwncukupi... Sedang si Bapak" gak mau jg kl disruh berkorban buat berenti ngebul.. Secara yg ngerasain efeknya keluarga dia sendiri... Lh kl bedak dn cs nya buat nyenengin dia ha ha... Jd judulnya kurang mantul saya yajjjjj. Maaf keun atuhh πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™

      Hapus