EXOTICA MAROCCO - HENIAJAA.COM

EXOTICA MAROCCO

Aloha...


Setelah hampir tiga minggu gak ada tulisan apapun, kayaknya kali ini udah waktunya buat kembali aktif menulis, udah banyak niatan kepingin menulis lagi seperti dulu, namun suka kebentur dengan kesibukan dan belum sempet ngedit beberapa foto perjalanan kemarin, baiklah....buat yang masih sudi mampir ke blogku, mudah-mudahan tulisan singkatku kali ini bisa ngelepasin kangenku yaaa..


EXOTIKA MAROKO


Sore itu pukul 5 wib tepat pada tanggal 12 november 2019, pesawat ETIHAD membawa kami rombongan dari OTe [ OPEN TRIP & eXPLORER ] yang berjumlah 46 orang, terbang meninggalkan sejenak negri tercinta. Perjalanan memakan waktu sekitar  8 jam dan transit sejenak di Bandara ABUDHABI. Gak Lama rombongan melanjutkan kembali penerbangan menuju Casablanca dengan durasi sekitar 8 jam lebih sedikit, dan tiba pukul 08.30. waktu setempat. Btw, selisih dengan negara kita sekitar 6 jam. jadi lebih dulu di Indonesia.

Selanjutnya setelah mengurus imigrasi dan custom di Mohammed V Airport, kami melanjutkan perjalanan dengan naik bus jemputan dan langsung menuju ke kota Marrakech sekitar 2 sampai 3 jam dan langsung beristirahat di hotel Oudaya. Maklumlah jika di hitung-hitung perjalanan kami memakan waktu hampir 19 jam lamanya, so pasti udah cape dan ngantuk bingits ๐Ÿ˜ช. 

Hari Kamis 14 November, setelah sarapan kami akan mengunjungi Marrakech, kota turis di Maroko. Tepatnya di Djemaa El Fina, biasa juga disebut Medina, alias kawasan kota tua khas Maroko. 


Di tempat ini kegiatan penduduk berlangsung, tepatnya pasar malam yang hampir seratus kios atau lebih menjajakan beragam makanan khas Maroko dan segala pernak-perniknya, btw jangan sembarangan mengambil foto aktifitas warga kalo tidak mau dimintai uang yaa. 

Intinya tetap bersikap sopan, karena tidak semua orang suka di ambil fotonya secara langsung, saya juga gitu siih hi hi ๐Ÿ˜ bukannya sok ngartis ato jual mahal, tapi gak nyaman aja yaa kalo lagi gak mood.

Disini aku sempet belanja pernak pernik khas kota ini seperti dompet kulit , sendal , kaos dan tempelan kulkas, soalnya aku tuh suka banget ngumpulin tempelan kulkas dari berbagai negara, entah itu beli atau pemberian, banyaknya sih pemberian kakak wk wk.

Gak jauh dari lokasi, rombongan mengunjungi  La Koutoubia [masjid landmark Marrakech], bangunan cantik ini terlihat eksotis khas negara itu, dan kami menyempatkan untuk sholat zuhur disana. 


LA KOUTOUBIA


Btw, kalo mengunjungi negri ini kudu siap membawa tisu basah yang cukup sebagai stok yah, karena toilet dimana-mana gak ada buat bilasnya apalagi buat perempuan  lebih ribet, alias toilet hanya bisa buat flush aja, kita gak bisa berbilas, disana hanya disediakan tisu kering, jadi kita basahin dulu tisunya, ato gak ya pake tisu  basah aja deh๐Ÿ˜ฎ biar ga ribet. 

Setelah dirasa cukup di mesjid ini, rombongan melanjutkan perjalanan mengunjungi La Jardin de la Menara dan Jardin Mojorelle alias taman Yves Saint Laurent [ rumah mode / perancang yang terkenal itu looh ]. Disini banyak ditumbuhi tananaman kaktus yang sangat banyak dan beraneka bentuk kaktus, dan bangunannya bernuansa biru, cantik banget buat berfoto. 
JARDIN MOJORELLE
Btw, Maroko sendiri sehari-hari penduduknya banyak menggunakan bahasa Perancis, Arab dan Inggris, maklum saja mereka bekas jajahan Perancis, sehingga nama bangunan dan banyak tempat masih terlihat tulisan dalam bahasa Perancis, sedang penduduk asli Maroko sendiri adalah suku Berber.

Seeet... satu lagi, kaum pria di negri ini kebanyakan suka mengobrol di kafe-kafe berjam-jam, gak tau juga apa yang diomongin sih, kata TL [ Trip Leader ] aku sih gosip berjamaah  hi hi, bercanda ding, dan mereka biasa minum kopi atau mint tea [ kalo aku ga ketelen minum mint tea nya looh, soalnya daun mint nya banyak bingiiits, bikin enek alias seperti makan odol alias pasta gigi aja, norak yah ๐Ÿ˜,,,enak teh tubruk kita looh ].

Kalo tentang makanan, selama perjalanan kayaknya hampir seluruh peserta tour kurang cocok dengan menunya, soalnya makanan pokoknya bernama couscous yang mirip nasi jagung itu hambar, begitu juga beberapa salad dan lauk mereka cenderung hambar dan no pedas sama sekali, yang mendingan sih domba bakarnya lah yang mirip sate hanya saja no lemak sama sekali alias sehat dan ukurannya gede-gede. 

COUS COUS, ZAITUN, TAGINE ๐Ÿ˜„ bikin blenger
Untung aja aku bawa bon cabe, saos sambal, abon dan pop mie, tapi stok ga cukup karena keburu habis, yang ada beberapa hari disana gak ketemu nasi, berat badanku tambah nyusut ๐Ÿ˜ญ, maklumlah orang kita kalo gak ketemu nasi gimana gitu . Jadi menu yang sanggup ku telan tiap harinya di hotel hanya roti dan dua butir telur rebus berikut kopi dan jus buah yang enak, ituuu saja tiap hari.

Btw tapi untuk jus buah disini sangat manis dan alami looh, terutama buah jeruk dan pome alias delima yang gede dan merah, mereka membuat jus dengan hanya mengambil murni air sari buahnya saja, tanpa campuran air dan gula tambahan, jadi lebih sehat dan segar juga harga per cupnya juga cukup murah sekitar 7 ribu rupiah saja jika dirupiahkan.

Lanjut hari Jumat alias hari kedua, ini lumayan seru karena hari ini rombongan melakukan perjalanan ke gurun Sahara, you know lah, kayak mimpi aja bisa kesini, biasanya hanya liat di film-film saja. Kami melewati  Tizi n Tichka [ pintu masuk ke Sahara ] alias berada di ketinggian  2260 m, dalam perjalanan, kami melewati pegunungan Atlas yang membentang di pedesaan Berber.

Pemandangan di sepanjang kiri dan kanan sangat cantik namun agak licin karena sedang diguyur hujan dan udara di sana sangat dingin karena masih ada salju yang terdapat di sekitar pegunungan, dan sesampai di Zagora sebelum matahari terbenam, kami menaiki onta di gurun Sahara dan berakhir di Bivouac, menikmati makan malam dan pertunjukan musik ala-ala padang pasir ๐Ÿ˜‰. 


O iya. disini ada salah seorang peserta tour , kami memanggilnya ummi, kebetulan hari itu ummi sedang berulang tahun yang ke....keberapa ummi ? apa...ke 17 waduuh sweet seventeen doonk ..becanda ummi...ummi ini peserta dari Bogor, katanya sih dia seorang pengusaha hebat gituuh. 

Pantesan aja dia udah nyiapain duit saweran buat peserta yang jogetnya paling heboh, ya tentu aja si neng Agil is number one, numero uno, tau aja heboohnya kalo udah ngomong apalagi joget...tariiik maaang ๐Ÿ˜. Kalo aku cuman ngintip aja sambil senyum-senyum, pingin sih dapetin saweran ummi, apadaya akutuh maluu bingiits kalo disuruh tampil ๐Ÿ˜Šapalagi heboh.

Btw disana disediakan tenda-tenda khusus untuk peserta tour , namun angin sangat kencang dan dingin bangeeet, ketika pagi hari keluar dari tenda, hamparan pasir digurun sangat cantik berulir-ulir membentuk gambar yang sangat indah, wiih udah kayak difilm aja. Naik onta itu rasanya uncluk-uncluk, lima ekor onta di giring oleh seorang pemandu onta, bayangkan jumlah onta karena rombongan kami sangat banyak. 



Disini aku dan rombongan lain juga sempet difotoin oleh TL yang bernama Agil alias neng Agil, btw doi nih keren bangeet loh ambil spot-spot fotonya, lagian orangnya juga ramah, dan super kocak, maklumlah dia juga pernah siaran diradio Cosmopolitan Jakarta, jadi buat acara kehebohan doi maskotnya selama dalam perjalanan dan suka muterin lagu-lagu dari youtube ala-ala penyiar radio gituu. Denger-denger neng Agil lagi ke Paris, ikuuut neng ?

Kalo Mas Ferdi sih TL dan juga mahasiswa kita yang kuliah di Rusia, usianya masih muda bangeet looh, tapi pinter dan walo udah lama ngendon di Rusia bahasa Indonesianya masih medok njawani, nggiih....dan yang paling dewasa adalah mas Arma, alias Arma Domba, karena doi beternak dan jualan domba, doi juga TL yang membawa rombongan dari Indonesia hingga pulang nanti.

Hari ke tiga, rombongan melanjutkan ke Ait Ben Haddou yang merupakan kasbah  terkenal tempat syuting film-film terkenal seperti The Gladiator dan beberapa film lainnya. Iih gak nyangka ya aku sampe juga ditempat ini ๐Ÿ˜„. 



Bangunan di tempat ini sangatlah unik karena masih terbuat dari tanah liat murni dan berwarna tanah alami, tempatnya unik karena berada di gunung-gunung dan berkelok membentuk susunan dan tangga dari bebatuan alami, dan beberapa penduduk menjual dagangan disekitrnya, sayangnya di rumah-rumah unik tersebut sudah kosong alias gak berpenghuni lagi, jadi hanya ditutup, dan mereka pindah ke tempat yang berada disebrangnya. Jadi lokasi ini seperti simbol peninggalan bersejarah saja.

Minggu pagi sekitar jam 8, kami kembali ke kota dan menginap di Relax Hotel Casa, Casablanca. Selanjutnya keesokan harinya kami mengunjungi Masjid Hasan 2 yang merupakan salah satu icon kota Maroko, terletak di pinggir laut Atlantik dan memiliki arsitek yang megah banget, dapat menampung 25.000 jamaah didalam masjid dan 80.000 jamaah diluar masjid. 

Disitu aku dan kakak serta satu orang temannya [ trio uek-uek ], sempet di fotoin oleh orang sana atau turis  yang sedang berkunjung , dia sendiri yang menawarkan diri untuk memfoto kami bertiga, begitu juga neng Agil sempet ambilin foto kita juga, lumayan lah hasilnya jadi foto model dadakan ๐Ÿ˜ . 

Hari Senin, kami meninggalkan kota Casablanca menuju Tangier, sebelumnya menuju Rabat yang merupakan ibukota Marocco. Dahulu kala merupakan kota benteng yang tak terkalahkan dan kita masih bisa menyaksikan sisa-sisa benteng tersebut .
Contohnya adalah Kasbah des Oudays yang merupakan benteng pertahanan dari serangan Spanyol dan masih ada pemukiman dibalik benteng tersebut.

Btw, sebelumnya kami menuju ke Soekarno Rui alias jalan Soekarno yang ada didunia, dua lainnya berada di Mesir dan Pakistan. Karena sejarahnya presiden Soekarno pada saat itu pertama kali mengakui kedaulatan Marocco sebagai negara merdeka, maka adanya jalan Soekarno ini. 


Soekarno rui in Maroko


Sehingga salah satu keistimewaan dari Marocco adalah negara kita dibebaskan dari visa masuk kenegara itu, makanya di Indonesia tepatnya di Jakarta juga ada jalan Casablanca untuk menghormati kedua negara. Saat rombongan dari Indonesia datang, mereka selalu bertanya, dari mana ? Dan ketika dijawab from Indonesia mereka senang sekali...kayaknya sih hi hi.

Tanggal 19 November rombongan berkunjung sejenak ke Cape Spartel dimana kita bisa melihat keindahan  Samudra Atlantik dan laut Mediterania serta gua Hercules yang terkenal itulooh., sekaligus menikmati kota tua Tangier. Di lokasi ini banyak orang kaya yang tinggal karena pemandangannya yang indah, seperti vila bagi mereka. 


Keesokan harinya rombongan menuju ke kota biru Chefchaouen [duuh susaah amit yak],  aku kudu ati-ati nulisnya, ntar takut salah eja berabe, kalo didenger seperti ceksound gitu wk wk. Kota cantik ini terkenal dengan labirinnya, dulunya merupakan tempat pengungsian Yahudi Spanyol pada tahun 1500 an, kota ini tetap mempertahankan warna birunya yang merupakan daya tarik turisme, coba aja liat di instagram dan pinterest, ngetop banget deh.




Kata pemandu wisata dan tokoh agama di tempat ini sih yang mengecet warna nya adalah kaum wanita, mewarnai semua barang menjadi biru dengan tujuan  menyamakan dengan langit dan mengingatkan ke Tuhan, teori lain juga mengatakan warna biru ampuh untuk mengusir wabah nyamuk.

Karena di negara ini selalu berudara dingin, walaupun ada sinar matahari tetap saja udara dingin dan angin menusuk ketulang, aku aja gak kuat dan sempet mimisan saat bersin, disini ada pakaian unik yang sering digunakan penduduk setempat yang bernama Djelaba,  bukan ngelaba yaak, alias pakaian mirip jubah / jaket dan terbuat dari tenunan atau benang sepertinya, hangat dan tebal, aku juga sempet beli satu, soalnya baju daleman dan jaket aja ga cukup kuat  menahan hawa dingin. 

Btw, setelah seminggu lebih gak ketemu makanan yang bikin selera, kebetulan banget di tempat ini alias dikota biru ini ada salah satu rumah makan Cina yang buka, langsung doong, pesen nasi goreng dan udang goreng tepung campur paprika.

Baru deh hari itu bisa nyicipin menu yang bisa ketelen di lidah dan perut, nasi gorengnya enak, sama seperti makanan Asia pada umumnya, gurih dan pedas, pokoke mantuul, kalap setelah ga pernah ketemu nasi, ampe nambah dua piring boo, tapi dibagi tiga, soalnya porsinya banyak buanget ๐Ÿ˜….

Udah kenyang, lelah dan ngantuk rombonganpun pulang, dan bobok cantik di  hotel ibis Fes. Esok hari kita check out hotel dan destinasi ke kota tua Fez. Fes El Bali ini merupakan bagian tertua yang dikelilingi tembok dengan lebih dari 150 ribu penduduk.

Tempat ini terkenal dengan pengelolaan kulitnya dengan menggunakan alat tradisional. Disini peserta rombongan dibagi dalam tiga kelompok, kelompok pertama dipandu oleh neng Agil menuju market alias buat yang doyan belanja, kelompok kedua di pandu oleh mas Arma menuju pusat kerajinan kulit, dan rombongan ketiga dipandu oleh mas Ferdi menuju salah satu universitas tertua didunia yaitu Universitas Al Qarawiyyin.

Ferdi merayu ibu" yg kelelahan ๐Ÿ˜


Aku sih ikut rombongan yang ketiga, soalnya sepanjang perjalanan yang dingin dan cukup melelahkan , ternyata letak bangunan bersejarah ini cukup nyempil diantara lorong-lorong alias gang yang dimana penduduk setempat banyak berjualan pernak-pernik dan lampu hias serta kerajinan kulit yang bikin mata ngiler.

Gimana gak cape, ternyata kami juga dipandu oleh dua bocah setempat dengan bahasa tarzan karena kami ga bisa bahasa Arab, untung si ummi ikut rombongan kita.
Makasih ya ummi. Setelah sempet ambil foto dengan lumayan ngantri, maklum lokasinya yang hanya berada di gang, gak seperti universitas pada umumnya, namun gak menyurutkan kami yang udah kelelahan, Allhamdullilah ditengah haus dan lapar, ternyata diujung gang ada lagi restoran Cina, akhirnya ketemu lagi menu nasi di dua hari terakhir perjalanan.

Hari terakhir malam itu , sampai dihotel, kami mempersiapkan koper yang perlu dibawa saja, soalnya koper inti sudah di bagasi bus yang akan mengantar kepulangan kami ke bandara Mohammed  V  dan akan segera kembali ke tanah air. Akhirnya kami mengakhiri perjalanan kami ke Benua Afrika Utara. Dan yang bikin aku terharu tuh saat perjalanan pulang terakhir di dalam bus, kami tuh menyanyikan lagu nasional . 

"Tanah airku tidak kulupakan, kan terkenang selama hidupku, biarpun saya pergi jauh, tidakkan hilang dari kalbu, tanah ku yang ku cintai engkau ku hargai....walaupun banyak negriku kujalani yang mahsyur permai dikata orang, tapi kampung dan rumahku disanalahku rasa senang..tanah ku tak kulupakan..engkau kubanggakan..tanah ku yang ku cintai...engkau kuhargai....tetep dimanapun cinta tanah air sendiri ๐Ÿ˜Š.

Selamat tinggal kota cantik nan eksotis, mudah-mudahan persahabatan antara ke dua negara akan tetap terjalin harmonis.

NB : mohon maaf bila terjadi kesalahan penulisan nama ataupun tempat,  sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik Allah, dan kekhilafan ada pada diri saya.
Juga buat temen-temen rombongan tour OTe yang belum sempet kenal pribadi masing-masing, mohon maaf sebesar-besarnya jika terdapat kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak, juga buat OTe, khususnya mas Arma, mas Ferdi dan terutama neng Agil yang kocak, dan lincah kayak bola bekel. We miss u all...



Salam santun





































26 Responses to "EXOTICA MAROCCO"

  1. Wah capek juga ya keluar negri. Tapi rasa capek tersebut bisa diobati oleh pemandangan exotis di Marrakech.

    BTW Casablanca juga merek parfum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai... Malam... Iya cape juga jetleg krn beda waktu... Tapi hepi krn melihat pemandangan yg indah... Iya juga barangkali parfumnya berasal dr nama kota tersebut yaaa. ๐Ÿ˜

      Delete
  2. wah asyiknya jalan2 ya, abngunan daerah sana memang khas ya

    ReplyDelete
  3. Pagi mba Tira... Iya nih mbak.. Jalan" sebentar.... Emng unik dan khas ciri bangunan disana yaa

    ReplyDelete
  4. Wah, kebayang enaknya dombanya yang potongannya besar-besar itu. Tanpa lemak. Duh, nikmatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai.. Siang mas... Iya khusus domba bakar yg mirip sate itu emg lumayan enak soalnya rada ada rasa asin dan no lemak.. Gede"lg potongannya ๐Ÿ˜‹

      Delete
  5. Asik juga ya mbak jalan-jalannya apalagi pas di gurun sahara naik onta wow sensasi uncluk-uncluknya itu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hsi mba... Iya nih sensasi naik unta.. Kudu pegangan yg kuat supaya ga jatuh.. Soalnya miring kiri miring kanan ๐Ÿ˜

      Delete
  6. waaaaah ruame juga yg ikut ya mba :o. Salut ama TL nya ga pusing. ga gampang arrange trip dgn peserta rame soalnya. Aku udh lama masukin maroko ke dlm bucket list :D. sekalian mau mampir spanyol kalo ntr ksana. tp sprtinya msh hrs nunggu 2 thn lagi :D. ga sabar sih, trutama kuliner. walopun banyak yg bilang hambar, tp aku blm nyobain, jd ttp kepengin icip hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Fanny..iya kesana aja mbak. Syuukaa liat pemandangannya unik bangunan.. Emng sih rimbingan bnyak bingiits tpi justru itu seru dan akrab.. Kemana" diantar pk bus khusus yg disewa selama 12 hari.... Kl bisa bw alat masak nasi yg ukurn kecil kalo ga suka makanan sana... Ato pop mie dll.... Soalnya makanannya rada gmn gitu.... Kecuali sate dombanya yg msh rada ada rasa... ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜

      Delete
  7. pemandanganya khas midle east banget y...kecoklatan bangunanya juga

    ReplyDelete
  8. Siang mas... Iya bangunannya msh asli.. Unik dan warna tanah gitu coklat semua....

    ReplyDelete
  9. Wah seru ya mbak jalan-jalannya. Aku juga punya wishlist ke sana. Sekalian mau nengokin temen ketemu online. Hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mlm mba.. Salam kenal yaa... Iyah mbak sok datang gih berkunjung kesana... Apalgi kl udh ada temen.. Makin seru jalan"nya.. ๐Ÿ˜„

      Delete
  10. looks fun ya mba. tapi kok fotonya kecil kecil, padahal kayaknya warna warna fotonya bagus loh mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai.. Siang mbak... Iya kekecilan ya jadinya.. Maksud hati mau menampilkan jmlh foto yg banyak... Di satukan gitu.. Jadinya mlh kekecilan yaa.... Maafkeun ๐Ÿ™next mudah"an bisa lbh baik lagi... ๐Ÿ˜„

      Delete
  11. Keren mba jalan2nya ke LN. Soal toilet emg kadang jadi masalah besar bagi kita yang selalu terbiasa berbilas dengan air

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siang bang Day... Iya nih... Kyknya kudu kita yg mesti merhatiin sendiri mslh kebersihan... Beda tempat beda kebiasaan yaa.. ๐Ÿ˜

      Delete
  12. Orang Indonesia, gak jauh-jauh dari saos, indomie, wkwkwkwk


    Gw juga gitu. Jauh-jauh ke luar negeri, makan spageti di negara aslinya, tetep aja gw cocolin saos sambel, wkwkwk

    Norak banget sebenernya, tapi gimana, makanan eropah hambar, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wk wk.. Maklumlah lidah saya masih suka makanan kampung wk wk... Jadi makanan mereka yg hambar gak ketelen di tenggorokan saya.. Kemana" itu daftar menu yg wajib di bawa" biar ga kelaperan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜†

      Delete
  13. Wih asik bisa naik onta rasanya seperti naik kuda enggak kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin yaaa... Soalnya sy jg blom pernah naik kuda mas ๐Ÿ˜๐Ÿ˜†

      Delete
  14. Nice Travelling. Di sana desain kolamnya pun artistik. Pokoknya serba eksotis lah. Oh ya saya followed blog ini ya. Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... Pastinya udah pernah ato sering ke negri ini yaa... Thks udah follow blog akuu ๐Ÿ˜ƒ

      Delete
  15. Wah seru ya, dalam rangka apa Mbak kok banyak rombongan ke Maroko, klo di sana nggak ada nasi napa nggak bawa beras aja, bawa beras sekarung a cukup, biar nggak kelaparan wkwkwk

    Memang klo kebiasaan makan nasi klo makan lain tu rasa nggak kenyang :)
    sukses selalu Mbak heni :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malem mas... Dlm rangka jalan" aja biar ga manyun... Iya kl blom ketemu nasi berasa ada yg kurang... Maklumlah perut sy perut ngindonesia alias perut ndeso wk wk..

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel