Menara Siger lampung, Ikon Yang Sedikit Terbengkalai

Salam...

Holla, ketemu lagi di blog kesayanganku...

Hari minggu kemarin tepatnya tanggal 3 November, gak ada angin gak ada ujan, aku tuh ama suami langsung aja kepikiran buat jalan-jalan seputaran kotaku, tapi kayaknya gak seru kalo hanya berdua aja, langsung tanpa komando, aku hubungi saudaraku tempat biasa aku ngumpul buat kuajak jalan sekalian.

Jadilah hari itu kami berangkat satu rombongan, empat orang dewasa dan dua bocah krucil. Kalo direncanakan belom tentu terealisasi, justru dadakan ini lebih seru. No persiapan sama sekali, sekedar isi minum buat si mobil dan mampir di minimarket buat beli cemilan dan minuman. Jadi deh berangkat hari itu.
menara siger lampung
Perjalanan kami adalah menuju menara Siger Bandar Lampung, tepatnya di Kalianda, lampung Selatan. Ini adalah jalan menuju ke pelabuhan Bakau Heni, yaitu pintu penyebrangan dari pulau Sumatra ke pulau Jawa. Perjalanan di tempuh sekitar satu jam, karena kini dapat ditempuh melalui jalan tol Sumatra, biasanya jika melalui jalan umum ditempuh dalam waktu sekitar dua jam, dengan jarak seratus kilometer.
Dengan jalan tol ini lumayan mempersingkat waktu tempuh.

Sampai di menara Siger, yang merupakan ikon Bandar Lampung, [ siger adalah mahkota  yang biasa dipakai dalam adat lampung ], kami membayar karcis kendaraan sebesar Rp 20.000 rupiah saja / kendaraan, kalo motor saya juga kurang tau ya, tapi sepertinya pasti lebih murah.

pelabuhan pantai yang cantik

JIka terlihat dari kejauhan, menara ini sangatlah cantik, sayangnya begitu kita dekat, kesan kurang terawat bisa kita lihat dari jarak dekat. Padahal menara yang diresmikan oleh gubernur Lampung saat itu oleh bapak Sjachroedin ZP pada  th 2008 ini merupakan ikon yang berada di ketinggian 110 meter diatas permukaan laut, dan merupakan pintu gerbang ke pulau Sumatra.

Melihat keadaan didalam gedung menara ini sendiri agak sedikit kurang terawat, karena atap plavon sudah banyak yang lepas, dan cat menara sendiri sudah mulai pudar warnanya, padahal pemandangan dari atas sangatlah indah, karena sepanjang mata melihat hanyalah hamparan lautan luas yang sangat cantik dan pulau-pulau yang indah, juga pelabuhan Bakauheni dan kapal-kapal yang bersandar terlihat dari atas. Lokasi ini juga tepat berada di titik nol kilometer Sumatra.

monument nol kilometer pulau sumatra
monument titik nol kilometer Sumatra
Disekitar juga ada beberapa pedagang yang menjajakan makanan dan minuman untuk  sekedar melepas lapar dan haus. Padahal angin disini cukup sejuk, karena berada di ketinggian.
Syukurnya kebersihan masih tetap terjaga, dan halaman parkir juga cukup luas, walaupun mungkin perlu perhatian dari dinas yang terkait, semoga saja salah satu ikon cantik ini bisa terawat kembali, sehingga banyak pengunjung yang datang dan bisa menambah pemasukan bagi tempat wisata ini kedepannya.

saya ga mau kalah doonk 😁
Sekitar satu jam kami berada di tempat ini, karena memang tidak banyak yang bisa dilakukan, lalu kamipun melanjutkan perjalanan , karena kami penyuka buah durian, akhirnya tanpa komando, kami berinisiatif mencari buah durian, dan berbalik arah lagi menuju ke  Bandar Lampung.

Biasanya lokasi buah durian cukup menyebar jika sedang musimnya, sayang sekali untuk saat ini, keberadaan pedagang buah ini sedang kosong alias banyaknya lapak pedagang yang kosong, mungkin karena memang belum musimnya, dan harganya juga lumayan tinggi, untuk satu buah durian ukuran sedang dengan berat sekitar satu kilo, dihargai sekitar 100 ribu rupiah, namun manisnya jangan ditanya, karena walaupun mahal dan sudah lumayan sepi stok, masih saja warga setempat mencarai keberadaan buah ini. 

buah durian

Buktinya saja ketika kami sampai di lapak durian yang buka, ada beberapa kendaraan yang sengaja datang untuk mencicipi buah yang satu ini, dan kebanyakan mereka makan ditempat bersama rombongan, seperti kami pada saat itu juga rombongan dan makan ditempat, lumayan ngobatin kangen makan buah yang satu ini.

Walaupun kami penyuka durian, tapi gak pernah tuh sanggup menghabiskan satu buah durian buat dimakan sendiri, biasanya satu buah durian, dinikmati berdua. Karena buah ini mengandung gas yang lumayan tinggi, jadi cari amannya aja deh, sekedar ngelepasin kangen. 

Puas menghabiskan buah durian, karena hari juga sudah mulai sore, kami memutuskan untuk menyudahi perjalanan singkat hari itu, semoga saja kedepannya potensi wisata di daerah ini semakin berkembang luas, karena provinsi Lampung sendiri dikelilingi oleh pegunungan dan lautan sehingga potensi wisata keduanya cukup menjanjikan.

Banyak laut cantik di tempat ini, mulai dari hamparan pasirnya yang putih, dan ombak yang juga lumayan tinggi, sehingga banyak pelancong khususnya dari luar yang gemar melakukan olah raga laut seperti selancar, biasanya mereka membawa sendiri papan selancar yang sudah dipersiapkan. 

Dipenghujung tulisan, barangkali tulisan diblog admin pada bulan november ini agak vakum sejenak yaa temans, sementara admin akan sejenak rehat buat persiapan traveling pada tanggal 12 november nanti, mudah -mudahan di awal desember, saya bisa aktif kembali membuat tulisan yang lebih bervariasi, doakan saja semoga perjalanan menyenangkan dan bisa kembali aktif menulis, Amiin YRA.



Salam santun




6 Responses to "Menara Siger lampung, Ikon Yang Sedikit Terbengkalai"

  1. Pabrik perusahaan bos saya ada di lampung mbak, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh yaa? Biasanya kalo lokasi pabrik agak di pinggiran kota.. Karena lebih luas dan krn memang jln menuju ke arah pabrik kebanyakan angkutan berupa truk dan tronton.... Kalo di kotanya jg bnyk kuliner murah dn enak looh.. Kapan" main ke sini. 😄

      Delete
  2. Astaga naga, durennya enak kayaknya. Dagingnya tebel..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah betul bangeet isinya kecil tpi dagingnya tebel.. Ayuk marii 😁

      Delete
  3. Eh mbak, saya minggu depan ada rencana ke Bandar Lampung nih. Kasi info dong mbok kuliner apa yang musti saya cobain. Sama tempat wisata yang deket-deket aja.

    Makasih mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kuliner coba aja bakso Sonii.. Atau kuliner di seputaran Lorong King.. Atau bisa juga cobaiin mpek" di daerah Kupang... Pake aplikasi gofood atau grab food gampang banget..murah meriah... Banyak pokoknya

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel